Underground Bandung Di Mata Auman

Suaramahasiswa.info – Semakin pesat perkembangan musik underground di Bandung, membuat kota kreatif ini disebut–sebut sebagai barometer musik underground di Indonesia. Invasi musik cadas di Bandung sendiri dimulai ketika mamasuki termin awal tahun 90-an, Ujung Berung didaulat sebagai epicentrum dari lahirnya skena metal di Bandung. Sampai sekarang militansi perkembangan skena underground di Bandung semakin menggeliat.

Banyak band beraliran cadas memiliki keinginan besar untuk bisa tampil di Kota Kembang ini, kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa untuk bisa menghibur metalhead Bandung itu adalah satu kebanggaan dan satu kehormatan.

Untuk pertama kalinya, salah satu band  asal Palembang, Auman diberi satu kehormatan besar untuk bisa tampil di Bandung dalam acara tahunan Bandung Berisik 2013. Mereka menganggap Bandung adalah salah satu kota yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan musik untuk kota–kota lainnya terutama musik metal.

Respect besar diberikan Auman kepada para metalhead Bandung, meskipun Auman  adalah band baru tapi support yang diberikan oleh anak–anak Bandung sangatlah besar. Mereka mau membeli dan mendistribusikan CD meraka, bahkan Auman sendiri dipercaya untuk bisa tampil perdana di acara musik metal terbesar di Indonesia Bandung Berisik.

“Sedikit banyak Bandung itu adalah kota patron untuk sins alternatif seperti, rock, metal bagi kota lainnya. Respect besar juga kami tujukan untuk anak – anak Bandung karena dengan apa yang kami lakukan di musik anak–anak Bandung support kami dengan membeli dan mendistribusikan CD kami, dan satu kebanggaan kami untuk bisa dipercaya tampil di Bandung Berisik,” Ujar Farid Amriansyah (Vokal).

Menurut Zarbin Sulaeman (Bass) dan Farid Amrianysah (Vokal), meski baru pertama main di Bandung rasa segan ditujukan mereka kepada para penonton di Bandung. Mereka sangat puas ketika melihat penonton mau mensuport kita dengan berdiri di depan, bernyanyi bersama dan  itu satu kebanggaan besar buat meraka.

“Segan untuk penonton mereka mau berdiri di depan, bernyanyi bersama, dan mereka support walaupun kami baru pertama main disini band kampung pula ya, yak an itu luar biasa pokonya luar biasa,” Kesannya. (Septian Nugraha/Kontributor)