Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Dampak Tragedi AACC, Seringai Ciptakan Lagu “Dilarang Di Bandung”
  • ALL POST
  • Berita Harian

Dampak Tragedi AACC, Seringai Ciptakan Lagu “Dilarang Di Bandung”

Suara Mahasiswa September 29, 2013

Dampak Tragedi AACC, Seringai Ciptakan Lagu “Dilarang Di Bandung”

Suaramahasiswa.info – 9 Februari 2008, Menjadi sebuah memoar yang tidak bisa dilupakan begitu saja, khususnya bagi para pelaku musik Underground di Bandung. Sebuah tragedi dimana 11 nyawa harus terenggut dalam acara peluncuran album perdana dari salah satu band cadas asal kota kembang Beside, di Gedung Asia Afrika Culture Center (AACC), Jln. Braga, Bandung. Satu tragedi yang menjadi catatan kelam dalam perjalanan komunitas underground di Bandung.

Dampak yang sangat besar ditimbulkan akibat tragedi tersebut. Banyak acara-acara berbau metal dipersulit dan menyebabkan para generasi menjanjikan seakan dikebiri untuk berekspresi menuangkan emosi mereka dalam bermusik.

Melihat fenomena yang terjadi ini membuat band stonner metal asal Jakarta, Seringai merasa gerah dengan apa yang terjadi. Hingga mereka membuat sebuah lagu dengan judul “Dilarang Di Bandung” yang mereka masukan kedalam materi di album terbaru mereka bertitle “Taring”. Lagu ini mereka buat atas dasar bahwa, skena underground Bandung pernah mengalami masa sulit karena tragedi tersebut.

“Lagu itu memang harus ada untuk mengingatkan bahwa kita pernah mengalami masa itu, lebih ke dokumentasi waktu masa gelap Bandung saat tragedy AACC. Tapi kan ketika di organizer dengan baik ya aman–aman aja,” Ujar Arian – vocal (Seringai).

Arian juga menambahkan selain karena sebagai dokumentasi masa kelam skena underground Bandung, lagu ini juga dibuat karena gembar-gembor media yang seakan memvisualisasikan bahwa musik metal itu adalah musiknya kaum bar-bar. Ia berpendapat bahwa wajar bila para penonton bersikap brutal ketika di-pit, karena memang mereka ingin bersenang–senang. (Septian Nugraha/Kontributor)

Foto : Istimewa

Continue Reading

Previous: Pelatih Persib Tangani Tim All Star Lawan Fulham U-21
Next: Underground Bandung Di Mata Auman

Hal Terkait

Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas
  • Berita
  • Berita Harian

Warga Dago Elos Kembali Tegaskan Sengketa Lahan Belum Tuntas

Juli 11, 2026
Forum Dago Melawan Gelar Aksi untuk Kawal PK 2 di MA
  • Berita
  • Berita Harian

Forum Dago Melawan Gelar Aksi untuk Kawal PK 2 di MA

Juli 5, 2026
Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar
  • Berita
  • Berita Harian

Soroti Kondisi Bangsa, Mahasiswa Gelar Aksi di DPRD Jabar

Juni 15, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

AIESEC in Bandung Ajak Sherina Zahra Berhenti Ragu dan Berani Ambil Langkah Lewat AIESEC Future Leaders
  • Advertorial

AIESEC in Bandung Ajak Sherina Zahra Berhenti Ragu dan Berani Ambil Langkah Lewat AIESEC Future Leaders

Juli 29, 2026
Kantin Barokah Tutup Sementara, Kopdoskar Susun Konsep Baru
  • Berita
  • Berita Kampus

Kantin Barokah Tutup Sementara, Kopdoskar Susun Konsep Baru

Juli 28, 2026
Mahasiswa USU Hadirkan Inovasi di KAVE Medan, Bikin Nongkrong Outdoor Makin Nyaman!
  • Advertorial

Mahasiswa USU Hadirkan Inovasi di KAVE Medan, Bikin Nongkrong Outdoor Makin Nyaman!

Juli 26, 2026
Mahasiswa Prodi KPI Unisba Dilaporkan Hilang, Keluarga Masih Lakukan Pencarian
  • Berita

Mahasiswa Prodi KPI Unisba Dilaporkan Hilang, Keluarga Masih Lakukan Pencarian

Juli 17, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.