Demonstran menilai, kenaikan BBM hanya menguntungkan Negara dan sekelompok orang. Mereka beranggapan bahwa kenaikan bahan bakar minyak akan menurunkan daya beli masyarakat dalam sektor ekonomi. Dampak lainnya adalah biaya kesehatan yang meningkat menyebabkan jangkauan layanan kesehatan menjadi sulit.
Selain menolak kenaikan BBM para demonstran juga menolak pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dari pemerintah. Kenaikan harga BBM dinilai massa aksi tidak lagi rasional dan sarat dengan unsur politis, yaitu pencitraan 2014. “Kami akan terus melakukan aksi sampai SBY membatalkan kenaikan harga BBM,” tegas Adriansyah selaku koordinator aksi. Aksi ini berjalan dengan damai dan dilanjutkan dengan longmarch menuju Bandung Indah Plaza (BIP).
Sementara itu, Bejo seorang pedagang asongan di sekitar lapangan gasibu mendukung aksi penolakan karena ia juga tidak setuju dengan naiknya harga BBM. Pria berusia 45 tahun ini menegaskan bahwa ia menolak BLSM dan menilai hal itu merupakan suatu bentuk penghinaan kepada masyarakat kecil seperti dirinya. ”Biarpun saya tidak punya mobil dan motor, imbasnya juga saya rasakan dengan naiknya harga barang dan ongkos angkot,” tutur Bejo yang juga warga Kiara Condong. (Dimas Satriya/SM)

