Celoteh Mahasiswa Tentang BBM


Mahasiswa sendiri memiliki cerita tersendiri akan fenomena ini. Sebagai calon pemimpin bangsa, kaum intelek telah memiliki beban seputar dunia akademik, pengabdian pada masyarakat dan biaya pendidikan yang menyesakkan dada. Tentu kenaikan BBM akan membuat pikulan kaum ini menjadi lebih berat. Hal ini dibenar kan oleh Amran Halim. Mantan mahasiswa yang baru saja lulus di bulan Januari lalu dari jurusan bahasa di UPI ini, mengatakan dengan naiknya harga BBM akan membuat harga komoditas lain ikut melonjak. “Kenaikan harga BBM bakalan membuat biaya transport, konsumsi, harga kost, dan biaya pendidikan ikut naik,” ujarnya.


Amran merasa dengan kenaikan harga itu pemerintah sudah tidak lagi berada di pihak rakyat. Ia beranggapan demonstrasi adalah salah satu jalan agar pejabat negara mendengar jeritan-jeritan tertindas dari rakyatnya. Selaku mantan mahasiswa, Ia berharap rakyat sadar dan mau bergerak melawan ketidakadilan, “Harapan saya sebenarnya gak cuma BBM turun tapi saya berharap rakyat sadar bahwa rezim tak lagi memihak mereka. Oleh karena itu rakyat harus mau melawan ketidakadilan, karena bila didiamkan akan makin parah kedepannya.” Ucapnya kala diwawancarai.


Lain halnya dengan mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2012, Hasnan M. Rizki beranggapan kenaikan 33% harga BBM tersebut terlalu mahal. Namun Ia berkata bahwa apapun hal yang  dilakukan untuk menolak kebijakan tersebut, terasa sia-sia karena pemerintah tetap saja akan melakukan agendanya itu. Ia pun berharap semoga pemerintah bisa lebih tegas lagi dalam menentukan keputusan dan memberantas korupsi, “Ya lebih tegas lagi ngasih keputusan naik atau tidak nya. Kalo lambat seperti ini bakalan timbul keresahan di masyarakat. Dan kalo bisa lebih galak lagi membrantas korupsinya, biar kebijakan dan alokasi dana sampai ketangan yang tepat,” ujar mahasiswa yang kerap disapa ‘kumis’ ini.


Hal serupa namun tak sama diungkapkan oleh mahasiswa Fikom Unisba 2012, Havis Ramadhan. Ia mengatakan haraga BBM memang sepantasnya naik, karena kenaikan itu bertujuan untuk mensejahterahkan rakyat kecil. Ia pun berharap semoga kepusan pemerintah ini mampu memberikan dampak baik untuk rakyat, “Semoga target pemerintah dapat terpenuhi, kan niat mereka juga buat mensejahterakan rakyat. dan semoga pemerintah lebih lugas untuk mempublikasikan kebijakan ini,” ucap mahasiswa berambut gondrong  ini.


Pada akhirnya apapun kebijakan yang telah diputuskan oleh para wakil rakyat, sudah seharusnya di patuhi. Karena mungkin saja para manusia berdasi tersebut memiliki itikat baik untuk mensejahterahkan rakyat. Namun bukan berarti hal tersebut membuat hak untuk menyampaikan aspirasi dan rasa keberatan menjadi musnah dilahab kepasrahan. Karena yang akan merasakan dampaknya adalah rakyat. (M. Roby Iskandar/SM)