Polemik Keaktifan UKM Olahraga Unisba

Seorang mahasiswa sedang berada di depan sekretariat UKM karate pada Kamis (17/3). Berbagai masalah terjadi dalam lingkup unit yang mewadahi hobi olahraga mahasiswa Unisba. Mulai dari masalah internal sampai fasilitas pendukungnya.

Suaramahasiswa.info, Unisba-Keaktifan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga sering menjadi pertanyaan. Pasalnya, sudah ada satu unit yang dinyatakan tidak tercantum dalam daftar yang dipegang BEMU. Gustian Nur Mauludin ditemui di depan sekretariatnya pada Selasa (8/3) mengatakan, UKM yang di maksud ialah aikido.

Gustian menjelaskan, hal tersebut dikarenakan tidak ada kepengurusan yang berjalan layaknya unit yang lain. “Sebuah organisasi akan jalan jika ada kepengurusannya. Kalau temen-temen aktif ya kita wadahi,” ujar Menteri dalam negri Unisba tersebut.

Masalah internal dalam sistem kepengurusannya menjadi salah satu penghambat, tambahnya. Dia mengaku, tindakan tegas dan sesuai prosedur pun sudah dilakukan untuk mempertahankan unit yang di ujung tanduk. Namun, tidak ada tanggapan dari pihak yang bersangkutan sehingga pembubaran terpaksa dilakukan.

Kurangnya fasilitas pun di gadang-gadang menjadi faktor terhambatnya pelaksanaan kegiatan UKM olahraga. Menanggapi hal tersebut, Koko Heryadi, Kabag sarana prasarana angkat bicara. Menurutnya, tempat yang sempit memang menjadi alasan mengapa sulit bagi pihak universitas untuk menyediakan lapangan. “Sebenarnya masalah kita ada di tempat. Dulu ada lapang voli dan basket, tapi sekarang dipakai tempat parkir jadi sulit,” ujarnya.

Raden Muhammad Wisnu, selaku ketua UKM karate turut menuturkan harapannya perihal fasilitas. Ruang khusus untuk olahraga adalah sarana yang dia inginkan untuk menjalani latihan rutin unit karate. “Ya, saya harap sih ada ruang olahraga khusus, karena selama ini kita latihan cuman di pelataran Fikom,” ujarnya. (Rifka S/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *