suaramahasiswa.info, Bandung – Malang tak dapat diraih, untung tak dapat ditolak. Itulah yang dialami Yoseph Muhammad Rizal, mahasiswa Psikologi 2010. Yang awalnya berniat untuk sekedar berenang di tepi Pantai Pangandaran, pagi kemarin (9/1), malah berujung ditelan ombak. Yoseph dinyatakan meninggal dunia pada pkl. 10.30 WIB, sementara tiga korban lainnya yang masih merupakan teman Yoseph; Rifki Prianto sampai saat ini belum ditemukan, Irfan Firmansyah & Abdul Rizal selamat namun masih dalam perawatan di Puskesmas Pangandaran. Beberapa faktor menjadi penyebab terjadinya musibah ini. Salah satunya adalah cuaca dan pantai yang mereka jadikan tempat berenang (pos 5, pantai barat -red) merupakan zona berbahaya, bahkan terlarang, untuk wisatawan melakukan aktivitas renang. “Agak sulit mencari salah satu korban yang belum ditemukan, mengingat ombak laut yang cukup besar” ungkap Firman Alamsyah, Kepala Satuan Polisi Air Pangandaran. Pencarian Rifki masih terus dilakukan sampai saat ini. Terlepas dari itu, beberapa kalangan khususnya warga Psikologi mengutarakan rasa duka cita terhadap musibah yang menimpa Yoseph. “Atas nama BEM Psikologi, saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, dan semoga diberi ketabahan” tutur Teraselta Widyatama, mahasiswa Psikologi 2010 sekaligus Ketua BEM Psikologi saat ini. Ketika disambangi ke rumahnya yang terletak di bilangan Bumi Asri, Cibeunying Kidul, Bandung, suasananya sepi dan gelap. “Saya dengar kabar, jenazah akan dimakamkan di daerah Bangunsari, Kab. Ciamis” ungkap Sunarya, petugas hansip di daerah kediaman keluarga Yoseph. (Bobby Agung Prasetyo/SM)
