Lewat jam 12.00 siang, cahaya matahari yang memantul dari air laut akan membuat warna air laut di Pantai Linau tampak biru kristal. (Sugiharto Purnama)
Caption : Lewat jam 12.00 siang, cahaya matahari yang memantul dari air laut akan membuat warna air laut di Pantai Linau tampak biru kristal. (Sugiharto Purnama)
Suaramahasiswa.info – CANTIK. Itulah kesan pertama yang akan Anda temui saat berkunjung ke Pantai Linau di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Debur ombak setinggi tiga meter, pantai yang landai berlantaikan pasir krem menjadi pemandangan khas yang akan memanjakan mata. Jika berangkat dari Kota Bengkulu, perjalanan akan memakan waktu sekitar lima hingga enam jam. Pantai ini memang tak seramai Pantai Panjang di Kota Bengkulu, suasananya masih tenang, sepi, dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Pengunjung bisa melenggang kakung di atas pasir krem yang lembut dengan wallpaper keindahan Samudera Hindia.
Selepas tengah hari, pantulan gelombang sinar matahari akan membuat warna air laut di Pantai Linau tampak biru kristal. Suhu yang mencapai 34 C, silau pasir dan air laut akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para pelancong yang pernah berkunjung ke Pantai Linau. Objek wisata ini juga sering dijadikan tempat melepas lelah bagi para pelintas Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Kaur–Lampung Barat. Saat arus mudik dan arus balik Lebaran, pantai ini akan sangat ramai dipadati pengunjung yang ingin berenang, berburu umang-umang, atau sekedar berfoto ria. Jika Anda berkunjung pada hari lain, maka pantai ini akan sepi aktivitas.
Deretan pohon ketapang dan waru yang tumbuh di sepanjang bibir pantai menjadi tempat berteduh paling nyaman. Di bawah pepohonan rindang itu pengunjung biasa menikmati bekal yang sengaja dibawa dari rumah sembari bercengkrama dengan kerabat mereka. Puluhan lapak yang dipayungi terpal plastik berwarna biru dan oranye berjajar di sepanjang pantai ini. Para penjual menjajakan aneka panganan di atas meja-meja kayu, seperti kelapa muda, jagung bakar, hingga aneka jenis seafood segar yang bisa langsung diolah sesuai keinginan pembeli.
Saat libur panjang, seperti Lebaran dan tahun baru, nelayan setempat akan beralih profesi menjadi penyedia jasa pelayaran dengan perahu tradisional. Pengunjung akan dibawa ke tengah laut untuk melihat keindahan Pantai Linau dari sisi lain di tengah Samudera Hindia. Tarif sekali berlayar dibandrol Rp5.000 per orang. Pantai Linau tak hanya menyuguhkan keindahan laut dan pasir, tetapi juga dermaga ekspornya. Jarak dari pusat kota Kabupaten Kaur menuju Pantai Linau sekitar 20 kilometer. Pengunjungpun bisa menikmati keindahan Pantai Linau dengan gratis.
Keadaan ekosistem bawah laut yang masih alami juga menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Aneka terumbu karang, ikan hias, dan rumput laut tersedia di pantai yang menjadi salah satu landmark pariwisata terbaik di Provinsi Bengkulu.
Namun disayangkan, pantai ini belum dikelola dengan maksimal. Tak ada tempat menyewa perlengkapan diving, snorkeling, dan papan selancar. Pengunjung harus membawa sendiri peralatan itu jika ingin menjelajahi keindahan di bawah lautnya. Bagaimana, Anda tertarik mengunjungi salah satu destinasi wisata di Pulau Andalas ini? (Sugiharto Purnama/SM)
