Kiat Sukses Ala Pemilik Eastern Wolves Dan Vokalis Band ‘Taring’

Hardy Rosady vokalis band ‘Taring’, (Kanan) tengah memberikan materi dalam acara Pra-Event Fikom Festival 2016, pada Rabu (12/10). Selain Hardy, kegiatan ini juga diisi oleh Adhitya R (tengah), owner dari Eastern Wolves. Dalam diskusi tadi, mereka berdua menceritakan pengalamannya di bidang entrepeneur dalam seni. (Insan/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba menggelar Pra Event of Fikomfest 2016, yang bertempat di gedung aula Hj. Kartimi Kridhosarsodjo, Rabu (12/10). Acara ini, megusung tema ‘Industri Kreatif Seni dan Entrepreneur’ bersama Adhtya R. pemilik Eastern Wolves dan Hardy Rosady ‘Nyank-Nyank’ vokalis band ‘Taring’.

Hardy Rosady bercerita mengenai Taring, yang berawal dari sebuah projek dirinya bersama Angga (Gitaris Taring) di tahun 2007, dengan nama ‘End of Line’. Sempat terhenti, ia dan Angga kembali mengerjakan projek band ini di tahun 2013 dan menggati nama menjadi ‘Taring’. Baginya, semua yang telah ia raih berasal dari apa yang dirinya sukai. “Saya ingin melakukan hal disukai dan mau. Meskipun musik saya beda dengan yang lain tapi diterima juga.”

Tak jauh berbeda dengan Hardy Rosady yang mengawali bandnya dengan Angga, Adhitya R. pemilik Eastern Wolves pun megawali bisnisnya bersama adik dan temanya saat akan lulus kuliah. “Kalau bikin baju kaya gitu kan udah biasa, jadi saya bikin produk yang bisa dipakai anak muda hingga orangtua. Setelah bahan-bahan sudah ada, kita bikin aksesoris ini (baca: cincin) yang terbuat dari metal, dan dibikin semuanya secara handmade,” jelas pria yang menempuh pendidikan di Unpad jurusan Hubungan Internasional ini. Adit menjelaskan, jika ternyata produknya pun mendapat reson postif dari orang-orang.

Mengenai industri kreatif di Bandung, menurut Adit, sekarang ini sudah lebih maju dibanding tahun 2000-an. Menurutnya, pasar Bandung sudah bisa menciptakan barang-barang yang berinovasi. “Soalnya kata temen saya yang dari luar negri kita (baca: mahasiswa) setelah lulus harus dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Mereka pun memberikan tips agar bisa menjadi pelaku di dunia industri kreatif, menurut Hardy dan Adit yaitu jangan takut bereksperimen dan jangan takut salah. Selain itu jadilah pencontek yang pintar, di mana produknya sama tapi harus lebih berinovasi. Tak hanya itu, harus berkerjasama dengan orang dan membuat movement bersama serta harus beratittude baik.

“Kalau kalian suka baca, bacalah. Kalau kalian suka menulis, tulislah. Karena sebuah senjata yang mematikan adalah kata-kata, jadi lakukanlah apa yang kalian suka,” ujar Hardy Rosady. (Wulan/SM)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *