Cara Hadapi Remedial

Ilustrasi: Cara Hadapi Remedial (Dokumentasi SM)

Badai yang datang pasti berlalu, seperti pekan Ujian Akhir Semester (UAS) yang sudah lewat beberapa minggu lalu. Setelah itu hanya bisa menunggu sambil berharap-harap cemas membayangkan nilai yang tidak memuaskan gara-gara tidur saat kuliah atau presensi yang bolong sana – sini.

Walau nilai tak kunjung keluar, mau tidak mau harus mempersiapkan diri karena minggu remedial sudah menunggu. Berikut hal – hal yang patut dipersiapkan mahasiswa sebelum bertemu remedial.

  • Berdoa

“Men sana incorpore sano” dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Berdoa bisa menenangkan jiwa yang tidak tenang. Entah tegang menghadapi remedial atau mengingat kenangan bersama mantan.

Bagus Arya menuturkan ia banyak berdoa sebelum menjalani remedial. “Berdoa mah harus, usaha tanpa diiringi doa sama saja bohong,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi ini.

  • Belajar

Entah itu me-resume materi selama satu semester atau membaca modul kuliah. Belajar penting dalam mengejar nilai yang lebih baik dalam remedial. Belajar menjadi modal utama selain berdoa dalam menghadapi soal – soal atau tugas yang diberikan dosen. Tapi ingat, belajar di sini bukanlah menghapal materi melainkan memahaminya.

Seperti yang dilakukan oleh Laras Saumi Hamdani, mahasiswi Fakultas Hukum mengatakan ia me-resume materi selama satu semester untuk mempersiapkan diri menghadapi remedial. “Saya pilih meringkas materi. Karena, selain membaca kita juga menulis jadi bisa memahami materi yang dipelajari,” ujarnya.

  • Tidur yang Cukup

Penelitian mengatakan, jam tidur yang cukup setiap malamnya bisa membuat seseorang bangun dengan perasaan bugar di pagi hari. Selain itu, juga dapat memelihara daya ingat. Hal ini vital sekali dalam menjalani remedial. Coba bayangkan, remedial jam tujuh pagi tapi kita baru tidur pukul satu malam, alhasil  nilai remedial tidak akan maksimal.

Abu Muslim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis menceritakan ia memilih tidur saat sudah mentok belajar. “Kalau sudah mumet mending tidur. Jadi pas bangun badan lebih segar terus lanjut belajar lagi,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

  • Jangan Lupakan Waktu Luang

Ingat kewajiban mahasiswa memang menuntut ilmu sebanyak – banyaknya. Tapi belajar yang terus – menerus tanpa henti juga tidak baik bagi kesehatan mental kita. Luangkan waktu untuk menjelajahi dunia yang luas di luar sana bersama teman – teman. Atau buat kamu yang mager-an, membaca novel atau komik juga bisa menjadi penghibur untuk merefresh otak.

Bila sudah berusaha dengan keras, jangan lupa main dengan teman –teman, ungkap Siti Arafah, mahasiswi Fakultas Syariah. “Jangan terlalu diambil pusing. Kalo kita udah berusaha keras, ada waktu buat main sama teman – teman,” sahutnya.

Remedial bukanlah hal menakutkan bagi mahasiswa. Dibalik remedial, kita bisa mengambil kesempatan untuk mengevaluasi diri, mencari hal – hal yang kurang dari kita selama satu semester terakhir. Serta, memperbaiki kesalahan agar tidak lagi bertemu remedial. (Vigor M. Loematta/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *