Besi Bangunan Unisba Terjatuh, Balita Jadi Korban

Suasana lokasi, setelah terjadinya kecelakaan besi yang terjatuh dan menimpa seorang balita, di halaman Gedung Perpustakaan R.H.M. Saddak Unisba Jalan Tamansari no. 1  Bandung, Senin (21/11/16). Pekerja tanpa sengaja terpeleset saat hendak memasukkan besi ke dalam kerangka bangunan tersebut terjatuh, sehingga menimpa balita yang sedang berada di kawasan tersebut. (Agistha/SM)

Suaramahasiwa.info, Unisba – Sebuah kecelakaan terjadi saat proses pengecatan gedung, di Kawasan Bangunan Perpustakaan R.H.M. Saddak Unisba Jalan Tamansari no.1 Bandung pada Senin (21/11). Seorang balita berjenis kelamin laki-laki menjadi korban, ia mendapatkan cedera di kepala, akibat tertimpa besi bangunan yang terjatuh dari ketinggian dua lantai.

Aceng, selaku pekerja yang bertugas saat kejadian berlangsung menceritakan kronologi dari kecelakaan tersebut. Ia mengaku tidak sengaja terpeleset, saat hendak memasukkan besi ke dalam kerangka bangunan. Ketika besi tersebut terjatuh, Aceng sempat berteriak untuk memperingati korban. Namun, korban malah menengok ke atas dan kepalanya terbentur oleh besi. “Kepala korban katanya sedikit retak, tetapi tidak terlalu parah,” ujarnya.

Namun Agus Susilo selaku Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Unisba, mendapatkan kronologi kesaksian lain dari petugas keamanan bahwa saat itu anak tersebut memang aktif  berlarian lalu terjatuh. Sehingga, besi yang tidak sengaja jatuh dari ketinggian lantai dua tersebut,  terpantul di depan korban dan mengenai kepalanya. “Jika besi itu langsung menimpa korban, mungkin kondisi cedera pada kepalanya akan fatal,” ungkpnya.

Agus menambahkan, korban dan orang tuanya bukan warga Unisba, saat itu mereka tengah berkunjung ke perpustakaan. Agus juga mengungkapkan, bila sanksi yang akan didapatkan bagi pekerja tersebut diberikan oleh yayasan. “Korban salah enggak salah universitas akan tetap bertanggungjawab,” ungkapnya.

Dodi, selaku mandor dari para pekerja bangunan di Unisba itu, menuturkan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab atas pengobatan korban, dengan membawa korban ke Rumah Sakit Salamun agar mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Ia pun akan berdiskusi dengan pihak korban, agar masalahnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Tidak ada tindakan pemecatan pada pekerja yang bersangkutan,” tuturnya. (Agistha/SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *