Seorang mahasiswa sedang melihat data pribadi pada kolom agama pada Sabtu (18/2/2017). Tertulis empat pilhan agama yang bisa diisi mahasiswa yaitu Islam, Kristen Hindu dan Budha. Diungkapkan oleh Asep Ramdhan H Wakil Rektor III Unisba, jika universitas akan tetap menerima mahasiswa non islam karena setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.
Suaramahasiswa.info,Unisba– Unisba memiliki kebijakan untuk menerima mahasiswa non islam yang tetap diwajibkan mengikuti matakuliah PAI dan pesantren dengan muatan islam. Asep Ramdhan Hidayat selaku Wakil Rektor III mengatakan, jika Unisba akan tetap menerima mahasiswa non muslim setiap tahunnya. Menurut Asep, setiap orang berhak menerima pendidikan dari siapa pun ungkap Asep pada Rabu (14/2).
“Mereka ingin belajar ya tidak masalah. Mereka mengikuti semua sistem yang harus dijalani, tetapi seperti membaca Al-Quran mereka tinggal bilang ‘Pak saya Nasrani’ sudah kita tidak akan memperpanjang,” tambahnya ketika ditemui di Masjid Al-Asyari.
Ia berharap, meski adanya perbedaan agama, mahasiswa bisa saling mengerti. Harapan lain yang diungkapkan Asep ialah, mahasiswa non islam bisa mengetahui seperti apa koridor Islam. “Mereka akan melihat dan menilai Islam, jadi mahasiswa muslim haruslah menjadi figur yang baik. Itu juga cara berdakwah. Setidaknya mereka punya bekal wawasan pemahaman tentang keislaman.”
Mardianto Karim mahasiswa non muslim asal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) mengungkapkan meski kepercayaannya berbeda tidaklah menjadi kendala baginya. Ia menceritakan jika lingkungannya selalu berusaha membuat Mardianto merasa nyaman di Unisba. Mardianto juga memaparkan alasannya memilih Unisba. “Saya memilih Unisba karena di sini ada program studi Statistika, jadi, saya memberanikan diri,” ujar Mardianto pada, Jumat (16/2).
Mardianto menjelaskan, dulu ia daftar dengan prosedur seperti biasa tetapi untuk nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dikosongkan. Mata kuliah PAI setiap semester dan pesantren tetap wajib karena menjadi salah satu syarat untuk skripsi. “Pada awal masuk sebenarnya saya mengalami kesulitan dalam memahami PAI, namun berkat dosen saya jadi mengerti sehingga nilai PAI semester kemarin dapat A,” pungkas mahasiswa 2016 ini. (Iqbal/Job)
