Bambu Berpotensi Menjadi Bahan Material Bangunan

an.

 

Pada dahulu kala, bambu sering digunakan untuk membuat saung, tempat duduk, dan lainnya. Dengan berkembangnya zaman, bambu pun spontan terabaikan karena dinilai ketinggalan zaman serta kumuh. Namun, dengan berbagai penelitian, pengetahuan tentang bambu pun berkembang pesat dan berpotensi menjadi bahan pokok bangunan menggantikan kayu dan batu bata.

 

Seperti yang telah dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Arsitekur Gunadharma (IMA-G) dari ITB. Mereka membentuk tim yang bernama Jeja-G dari divisi Keprofesian dan Inovasi, yang bertujuan untuk meneliti bambu sebagai material bahan bangunan. Dibandingkan dengan kayu, bambu tidak membutuhkan waktu lama dalam pertumbuhannya. “Pertumbuhan kayu tidak sebagus dulu dan pertumbuhannya butuh waktu yang lama. Bambu itu tumbuhnya tidak satu tapi berbarengan dan itu cepat,” ungkap Alicia Mahasiswa ITB jurusan Arsitekur.

 

Bambu, kini tidak hanya dipakai elemen estetis namun juga konstruksi utama dalam bangunan. Sistem rangka bambu merupakan struktur bangunan yang sangat efisien terhadap penurunan dan getaran tanah. Sistem ini dapat merespon pergerakan tanah dengan ikut bergerak tanpa mempengaruhi kestabilan kontruksi bangunan. Hal ini menjadikan bambu baik untuk diterapkan pada kerangka bangunan di daerah rawan gempa. “Kalau misalkan gempa, bambu akan mengikuti pergerakannya,” tutur Alicia saat di temui di ITB..

 

Bambu juga bahan ramah lingkungan yang dapat menyerap CO2 dan melepaskan O2 sebanyak 35 persen dibandingkan dengan pohon kayu. Selain itu juga banyak kelebihannya yaitu, regenerasinya tinggi lebih cepat daripada kayu karena dapat tumbuh satu meter perharinya, hampir setiap bagiannya dapat dimanfaatkan, bambu dapat tumbuh di berbagai kondisi, mampu menahan api 400 derajat celcius, elastis, ringan, murah dan mudah didapatnya.

 

Sebelum dijadikan konstrusi bangunan, bambu melewati beberapa fase sebelumnya. “Misalkan bambu dipakai tanpa pengawetan itu hanya bisa lima tahunan, tapi kalau diawetkan itu bisa bertahan belasan tahun”, jelas dara cantik tersebut yang mengenakan kemeja merah.

 

Ada dua langkah dalam pengawetan bambu agar bertahan dengan lama. Pertama, melubangi ujung ruas bambu dengan linggus kecil. Kedua, melubangi ruang sampai ujung yang satu lagi dengan linggis yang sangat panjang.

 

Selain bisa digunakan untuk konstruksi bangunan, bambu juga bisa dipakai untuk menggantikan batu bata. “Bambu  itu dibuka, terus diratain dan dikasih plester itu kuat banget”, tutur Alicia.

 

IMA-G pun telah mengaplikasikanya rancangan bangunan bambu tersebut di RW 08 Tamansari bekerjasama dengan KMSR Hellarfest, dan Pak Oma. Proyek tersebut berupa saung yang bernama ‘Saung Gang Sesama’. (Agus Tri Haryanto/SM)