Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Bahasa Sunda: Tukang Parkir pun Peduli
  • Berita Harian

Bahasa Sunda: Tukang Parkir pun Peduli

Suara Mahasiswa Februari 24, 2012

 

Oleh: Muhammad Kahfi Jati

Dalam rangka Hari Bahasa Ibu Internasional, Bem Hima Pensatrada dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berdemonstrasi di depan Gedung Sate Bandung, Selasa (21/2). Para demonstran yang mayoritas kaum hawa ini menginginkan agar pemerintah lebih memperhatikan budaya Sunda terutama pada bahasanya, agar tidak hilang termakan zaman. Selain itu, belakangan ini bahasa Sunda memang kurang diminati oleh masyarakat sunda itu sendiri. 
Para pemakai baju batik tersebut berdemo dengan menyanyikan berbagai lagu sunda, serta membagi-bagikan bunga bertuliskan “Hurip basana, hurip budayana” kepada orang sekitar.
Memang, jika kita melihat di sekitar lingkungan sunda, sudah tidak banyak lagi orang yang menggunakan bahasa sunda secara baik. Kebanyakan mereka menggunakan bahasa yang kurang halus untuk berkomunikasi dengan sesamanya, sehingga bahasa sunda yang baik menjadi jarang terpakai. Orang-orang awan pun dapat berpendapat bahwa bahasa Sunda merupakan bahasa yang kurang baik untuk dipelajari, sehingga mereka lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan Sunda. “Banyak pula yang gengsi menggunakan bahasa Sunda,” ungkap salah seorang pedagang.
Sopiyan, seorang Tukang parkir sekitar Gedung Sate sangat mendukung demo tersebut. Pria berusia 25 tahun tersebut mengatakan bahwa bahasa Sunda memang sudah jarang digunakan lagi, terutama oleh anak-anak muda. Beliau menambahkan, bahwa bahasa-bahasa asing di sekolah seakan lebih superior daripada bahasa Sunda. “Para orang tua sekarang banyak yang menginginkan anaknya bisa berbahasa indonesia dan bahasa asing, mereka seperti melupakan bahasa Indonesia,” papar pria berambut gondrong tersebut.
“Coba kita perhatikan di jalan-jalan sekitar kita, sudah tidak ada lagi yang mengatakanpuntensaat sedang melintas di depan seseorang. Sekarang banyak orang yang hanya lewat saja tanpa mengatakan apa-apa,” tambahnya ini dengan semangat. Pria yang merasa bangga akan bahasa Sunda ini berharap agar pemerintah meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap bahasa Sunda, agar bahasa ini tidak lagi dianaktirikan, tetapi dipakai dan dibanggakan oleh masyarakat Sunda.
Kalau kita memerhatikan pernyataan Sopiyan, terlihat bahwa dia sangat antusias dan peduli dengan perbahasaan di Indonesia ini. Para anak bangsa sudah seharusnya berpikir tentang bagaimana caranya menjaga budaya Sunda, jangan sampai mereka kalah dengan seorang Tukang parkir.

 

Continue Reading

Previous: Tiger Masuk Kampus
Next: Acara Pelantikan Unit Protokoler Unisba Periode 2012-2013

Hal Terkait

Aksi Kamisan Jadi Ruang Refleksi Satu Tahun Penyerangan Kampus
  • Berita
  • Berita Harian

Aksi Kamisan Jadi Ruang Refleksi Satu Tahun Penyerangan Kampus

September 5, 2026
Sejumlah PKL di Tamansari Diimbau Rapikan Lapak untuk Kembalikan Fungsi Trotoar
  • Berita
  • Berita Harian

Sejumlah PKL di Tamansari Diimbau Rapikan Lapak untuk Kembalikan Fungsi Trotoar

Agustus 30, 2026
JPU Hadirkan Enam Saksi dalam Sidang Lanjutan Aksi May Day 2026
  • Berita
  • Berita Harian

JPU Hadirkan Enam Saksi dalam Sidang Lanjutan Aksi May Day 2026

Agustus 7, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan
  • Kontributor
  • Opini

Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan

Oktober 1, 2026
Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang
  • Buku
  • Review

Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang

September 30, 2026
Kritik Politik Lewat Humor Meme
  • Alternatif
  • Artikel

Kritik Politik Lewat Humor Meme

September 28, 2026
Sinergi AIESEC in USU dan DISPUS Medan: Mendorong Kepemimpinan Global Pemuda Lewat Podcast Wak Cetar
  • Advertorial

Sinergi AIESEC in USU dan DISPUS Medan: Mendorong Kepemimpinan Global Pemuda Lewat Podcast Wak Cetar

September 27, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.