PUBLIC HEARING ALBUM MERDESA-PANDJI PRAGIWAKSONO

 

Oleh : Niken Resti Pratiwi

Minggu (17/10), bertempat di salah satu studio Blitz Megaplex Paris Van Java Mall (PVJ) Bandung, Pandji Pragiwaksono, rapper, entrepreneur, sekaligus pembawa acara  “Provocative Proactive” di salah satu stasiun televisi swasta nasional, menyelenggarakan PUBLIC HEARING ALBUM MERDESA.  Suatu kegiatan dalam serangkaian aktivitas peluncuran album ke-3 Pandji, yang kali ini diberi judul MERDESA. Tak ingin membuat para pewarta kebingungan dengan judulnya, diawal sesi tanya jawab Pandji mengartikan bahwa nama album tersebut diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya beradab.

Sesuai dengan namanya, album MERDESA yang berisikan 14 lagu terasa lebih edukatif, dibandingkan dua album sebelumnya, album pertama terasa provokatif dan di album ke-2 lebih inspiratif. Mendengarkan album ini maka kita akan diajak masuk dalam suatu pembelajaran, jangan bayangkan pelajaran aritmatika atau fisika yang sulit, tetapi album ini menyuguhkan pembelajaran yang menarik yang diwakili setiap lagunya. Tengok saja Lagu Melayu yang turut membawa nama Charly (*ST 12-red) dalam penggalan liriknya, sebuah lagu yang mengajak kita mengenal lebih tentang Indonesia tidak hanya dari buku pelajaran atau berita, karena belum kenal Indonesia kalau belum menjelajahinya. Atau cermati pula lagu DPR, yang mengajak pemuda Indonesia agar ingat kembali kekuatan rakyat dalam politik, karena salah satu peran politik masyarakat adalah pengawasan terhadap DPR, “…Tak kenal maka tak sayang, makin kenal makin tahu mana yang harus dibuang. Kami pantau dan kami awasi..”.

Bukan hanya pembelajaran mengenai rasa Nasionalis, album ini juga menyuguhkan sisi menarik mengenai cinta, seperti dalam lagu LXIX yang mengingatkan bahwa hubungan berpasangan yang baik adalah yang dua arah. Saling mengisi. Atau pada lagu I remember feat. Matthew Sayersz, yang mingisahkan pasangan yang sudah menikah berusaha menggali kembali hal-hal di masa lalu, di awal hubungan mereka, untuk kembali menghangatkan hubungan. Masih mengenai cinta, Pandji juga menciptakan sebuah lagu yang menceritakan Kota Bandung, berjudul Tidak Seindah feat. The SABA, “…Orang Bandung senang utk berekspresi, bayangkan kalau jatuh cinta di kota ini. Seindahnya orang orang yang jatuh cinta tidak seindah jatuh cinta di paris van java…”

Mendengarkan album ini jangan lupa mampir ke track 13 Main Itu Hidup Itu Main feat. DYZTRK, lagu berirama chiptune penuh nuansa bermain, yang memanggil memori kita pada Mario Bross. “…memang di majalah bisa dapat “cheat”nya. Tapi itu hilangkan esensinya. Kalau hidup tak ada tantangnya, ilmu apa yang kelak kita punya?..”

Lirik-lirik dalam album ini sungguh ‘bergizi’, membuktikan bahwa edukasi dapat datang dalam berbagai macam bentuk termasuk kesenian.

Tertarik untuk memiliki album ini? Jangan buru-buru mencari ke toko musik. Karena yang menarik dan baru, album berbasis digital dengan menggunakan social media sebagai medium utamanya ini, akan dipasarkan melalui internet dan dapat diunduh secara GRATIS pada tanggal 1 November 2010 di http://merdesa.pandji.com 100 % free download. Berbeda dengan kebanyakan musisi, Pandji kini tengah menjalankan sebuah strategi bisnis baru dalam industri musik yang mana akan dijelaskan pada tanggal 1 Desember 2010, satu bulan percis setelah tanggal peluncuran album.

Pandji bersama Acer Indonesia berharap, kegiatan PUBLIC HEARING ini dapat memberikan warna “Happy” yang berbeda untuk semua yang mendengarkan.

Winstrol bodybuilding Anastrozole cycle length Anavar buy in uk Best place to buy oxymetholone Andriol injection price » Buy legal fluoxymesterone in australia Buy primobolan in australia Clenbuterol pill Clen oral Hgh cycle dosage