Teks oleh : Annisa Vikasari
Foto Oleh : Ayub Angga D.
Unisba – Studi Teater Unisba atau biasa dikenal sebagai Stuba menyelenggarakan performing art, yakni berupa pementasan musik, pembacaan puisi dan eksplorasi tubuh pada Jumat sore (14/1) di lapangan parkir dalam kampus Unisba, Jl. Taman sari 1 Bandung.
Pementasan pertama di tahun 2011 ini diakui Kang Bagus, ketua Pembina Stuba sebagai rentetan pementasan untuk pementasan yang besar. “Pementasan yang dilakukan adalah bagian dari rentatan pementasan yang besar yang kami lakukan yang bertujuan untuk mewarnai aktifitas kampus yang selama ini seperti kuliah pulang, kuliah pulang” jelasnya.
Pementasan ini juga dilakukan untuk mengkritisi sistem pemerintahan jaman sekarang yang mulai berbau kapitalis. Semenjak dicabutnya subsidi bagi universitas-universitas. Banyak perusahaan yang mulai masuk ke ranah pendidikan sehingga pendidikan pada akhirnya menjadi bisnis bagi para penguasa.
Selain itu, yang terjadi sekarang adalah unit kegiatan mahasiswa yang terancam dihapuskan akibat kepentingan pendidikan formal. “Yang terjadi adalah ketika pendidikan dimulai, semenjak TK, SD, SMP, hingga kuliah, kita seolah-olah seperti robot, pun ga ada alasan untuk menyalahkan mereka. Suasana hegemoni ini menjadi sangat nyata, pendidikan itu sistemnya seharusnya memanusiakan manusia, tapi pada faktanya kita menjadi seperti robot” jelas Kang Sugeng, selaku pimpinan produksi Stuba. “tentu kita mengharapkan apa yang kita lakukan ini dapat di follow up oleh mahasiswa” tambahnya.
Pementasan ini berlangsung cukup meriah, terlihat dari banyaknya penonton yang memadati lapangan. Seorang mahasiswa Fakultas Syariah, Ira Siti R, berpendapat bahwa pementasan dari Stuba ini sudah bagus, hanya saja pembaca puisi masih kurang. “udah bagus sih kalo diliat semuanya, tapi pembaca puisinya kurang gentar, jadi kitanya juga ga terpaku, jadi agak bosen liatnya” jelasnya. “Ukm mau dihapuskan? Ukm kan wadah kreatifitas mahasiswa, kenapa harus dihapuskan, kalo dihapuskan buat apa ada SC, kan artinya Student Center, terus katanya ada Student Day, tapi ternyata ga ada.” Tambahnya ketika ditanya komentarnya setelah membaca leaflet yang dibagikan oleh pihak Stuba yang berjudul “Wahana Nominal”.
Ya, semoga niat baik rekan-rekan Stuba agar pendidikan berjalan kembali normal, yakni pendidikan murah, pengajar yang profesional, dan sistem pendidikan yang memanusiakan manusia dapat segera terwujud demi Bangsa Indonesia.


