Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Olahraga
  • Pemain Naturalisasi, Harus Bisa Memberikan Kontribusi
  • Olahraga

Pemain Naturalisasi, Harus Bisa Memberikan Kontribusi

Suara Mahasiswa September 25, 2011

 

Teks oleh : Rizki Aulia Rachman

Bandung(19/11), Disaat PSSI sedang mengkaji penggunaan pemain naturalisasi (beralih kewarganegaraan menjadi WNI) dalam timnas Indonesia menyusul gagalnya timnas baik di pentas regional maupun internasional, demikian diaminigelandang serang PERSIB Bandung dan Timnas Garuda di sela sehabis latihan sore di Stadion Siliwangi, Bandung.

Atep mengatakan, naturalisasi pemain adalah salah satu opsi meningkatkan kemampuan timnas, selain untuk memajukan prestasi timnas yang sudah lama mati suri.

“Intinya kalau para pemain luar yang sudah resmi menjadi WNI, terus bisa berkesempatan membawa timnas menjadi lebih baik, kenapa ngga?, toh mereka (pemain naturalisai-red) rata-rata mempunyai skillyang mumpuni. Jadi, sebisa mungkin berperan besar untuk timnas, kalu tidak ada hasil apa-apa ya percuma juga.” Tandasnya saat diwawancarai.

Menurutnya, Cristian Gonzalez yang sudah resmi menjadi WNI diharapkan bisa  menjadikan timnas “Macan Asia” kembali  karena dengan  hadirnya ”EL Locco” di timnas Garuda sudah banyak dinanti pecinta sepak bola Indonesia.

“Kita tahu, Gonzales itu striker haus gol di kancah Liga Indonesia, tidak diragukan lagi. Jadi bisa saja itu berlaku ketika dia membela timnas, bukan berarti harus bertumpu pada Gonzalez saja, kekompakan dalam tim itu yang paling penting” katanya.

Ia menjelaskan, jika pemain naturalisasi sudah memakai baju Merah Putih, kontribusi lebih besar bisa diberikan, dan tidak memugkinkan timnas menjadi negara ”pengadopsi” pemain layaknya negara Perancis yang sudah mempunyai nama di Eropa bahkan dunia.

“Ini semua tergantung dari pemerintah kita juga, jangan berbicara nasionalis kalau ternyatangga mampu berbuat apa-apa diluar, di Perancis aja banyak Negro-nya tapi jago-jago mainya” katanya menegaskan sembari sedikit tertawa.

Continue Reading

Previous: Parodi ‘Duit’
Next: Pemuda dan Media

Hal Terkait

Duet Ganda Kembar Penyumbang Poin Untuk Unisba
  • ALL POST
  • Artikel
  • Berita Harian
  • Berita Kampus
  • Olahraga

Duet Ganda Kembar Penyumbang Poin Untuk Unisba

Mei 10, 2017
USBU Tersingkir dari TUNFC
  • ALL POST
  • Berita Harian
  • Berita Kampus
  • Olahraga

USBU Tersingkir dari TUNFC

Februari 3, 2016
Pertandingan Basket Meriahkan Pom Fikom 2015
  • Olahraga

Pertandingan Basket Meriahkan Pom Fikom 2015

April 25, 2015

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

AIESEC in USU Resmi Buka AFL Summer Peak Lewat Capacity Building 1 Bertema Personal Vision dan Global Purpose
  • Advertorial

AIESEC in USU Resmi Buka AFL Summer Peak Lewat Capacity Building 1 Bertema Personal Vision dan Global Purpose

Mei 6, 2026
Musyawarah Luar Biasa Mahasiswa FH Unisba Ricuh, Pembahasan PD/PRT Ditunda
  • Berita
  • Berita Kampus

Musyawarah Luar Biasa Mahasiswa FH Unisba Ricuh, Pembahasan PD/PRT Ditunda

Mei 1, 2026
Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026
  • E-Magz

Suara Mahasiswa Selembar Edisi April 2026

April 27, 2026
Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh
  • Berita
  • Berita Kampus

Unisba Rencanakan Penyesuaian Pola Kerja dan Kegiatan Akademik Jarak Jauh

April 26, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.