Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Alternatif
  • Artikel
  • Pesta Demokrasi 'Wong Gemblung'
  • ALL POST
  • Artikel

Pesta Demokrasi 'Wong Gemblung'

 

Ilustrasi surat suara. (istimewa)

Oleh: Sugiharto Purnama*

Sebentar lagi negara ini akan melangsungkan agenda terbesar dalam gelaran politik lima tahunan. Sebuah pesta demokrasi yang bertujuan memilih sang presiden dan wakilnya, pasangan yang bakal mengusai se-antero tanah air selama satu periode. Kini, euforia pemilu mulai berhembus meski dalam intens yang masih terkesan terselubung. Tak sedikit dari mereka juga terang-terangan mempromosikan diri.

Suara Mahasiswa Mei 22, 2013

Indonesia bakal dipimpin ‘wong gemblung’, apa iya? ini hanya wacana mbalelo yang tak penting dari dunia politik yang disebut Soe Hok Gie, sebagai lumpur yang paling kotor. Fenomena Eyang Subur misalnya, yang dulu sempat dikabarkan bakal maju sebagai caleg lalu mendapat hujatan dasyat dari masyarakat. Kini, ketenaran telah membuat Eyang Subur kalap dan berniat ingin menjadi presiden –tak hanya caleg. Oh tidak, jangan bilang “wow”! nanti terkesan innuendo.

Seolah tak mau kalah, Arya Wiguna yang menjadi rival Eyang Subur dalam kasus santet juga dikabarkan bakal maju ke ranah politik. Pemilik jargon ‘Demi Tuhan’ ini berniat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara. “Yoi, coy, kan Eyang Subur mau jadi Presiden. Arya juga punya hak politik dong. Jadi sah-sah saja,” kata Farhat Abas, juru bicara yang juga merangkap sebagai pengacara Arya Wiguna.

Entah virus apa yang menginfeksi jiwa mereka, baru terkenal beberapa hari di media massa sudah berani mencalonkan diri jadi pemimpin bangsa. Tak mustahil, apabila ketenaran melekat abadi kemungkinan besar mereka juga akan mencalonkan diri sebagai Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) menggantikan Ban Ki-moon yang masa akhir jabatannya, pada 31 Desember 2016 mendatang –meski itu absurd.

Sejumlah nama yang dipastikan bakal meramaikan bursa Pemilu 2014 mendatang, seperti Megawati, Aburizal, Yusuf Kalla, Wiranto, Prabowo, dan Surya Paloh. Bahkan Eyang Subur atau Arya Wiguna sekalipun. Pemberitaan tentang mereka telah membuat penulis malas untuk mengkonsumsi media massa. Alasan utama penulis sederhana, mereka adalah tokoh tua yang sudah tak layak bertarung di Pemilu –dengan osteoporosis tulang yang kian parah.

Inilah potret dari kebebasan berpolitik, di mana ‘wong gemblung’ kian marak dan bernafsu untuk maju sebagai pemimpin tanah air. Dalam penghujung tulisan ini, penulis berpikir ada hal yang memang perlu dibenahi di negara ini. Sistem memilih sang pengusa yang tampaknya lebih tepat. Entah itu undang-undang atau aturan lainnya. Semoga ‘wong gemblung’ tak kian marak memenuhi kertas pemilih nantinya. Orang-orang gila yang hadir dalam birokrasi adalah liability not asset. Kehadiran mereka di dalam birokrasi adalah sebuah dinamika yang tak dapat dipungkiri.


*penulis adalah wartawan SM

Continue Reading

Previous: Sajak Rembulan di Ujung Malam
Next: ‘ Kisah yang terulang ‘ Persembahan Dari Stuba

Hal Terkait

Kritik Politik Lewat Humor Meme
  • Alternatif
  • Artikel

Kritik Politik Lewat Humor Meme

September 28, 2026
Mengapa Pola Bullying Terus Berulang?
  • Alternatif
  • Artikel

Mengapa Pola Bullying Terus Berulang?

September 23, 2026
Ketika Desil Menentukan Nasib Kuliah Mahasiswa
  • Alternatif
  • Artikel

Ketika Desil Menentukan Nasib Kuliah Mahasiswa

September 22, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Warmindo Si Jalu: Santapan Lezat tapi Harga Bersahabat
  • Advertorial

Warmindo Si Jalu: Santapan Lezat tapi Harga Bersahabat

Oktober 8, 2026
Suara Mahasiswa Selembar Edisi Oktober 2026
  • E-Magz

Suara Mahasiswa Selembar Edisi Oktober 2026

Oktober 7, 2026
Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan
  • Kontributor
  • Opini

Ketika Hukum Berhadapan dengan Kekuasaan

Oktober 1, 2026
Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang
  • Buku
  • Review

Melihat Peristiwa ’65 lewat Akar dan Dalang

September 30, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.