Ilustrasi Ketua Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU) dan Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU) yang belum memberikan kepastian terkait tanggal pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) 2025-2026. (Ilustrasi: Fachmi Dwi Gunawan/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba– Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) dan Kongres Keluarga Besar Mahasiswa Unisba (KBMU) Periode 2025-2026 hingga kini belum memiliki kepastian. Padahal, masa kepengurusan BEMU tersisa sekitar satu bulan sejak dilantiknya pada April, (23/4) 2025 lalu.
Hal tersebut dinyatakan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU), Kamal Rahmatullah bahwa periode BEMU 2025-2026 akan berjalan selama 12 bulan. Hingga kini, persiapan Pemira masih berada pada tahap koordinasi setelah pelaksanaan Sidang Tengah Periode (STP), pada Senin, (16/2) lalu.
“Koordinasi udah pasca kemarin STP BEMU, koordinasi bahasan Pemira pun lagi dirancang. Terkait konsep atau peraturan, sepertinya beres lebaran. Pembuatan panitia, BPPU (Badan Penyelenggara Pemilihan Umum, Red) dan aturan juga secara pembuatan lembaganya begitu.” Tutur Kamal pada Rabu, (11/3).
Pelaksanaan Pemira dan Kongres Periode 2025-2026 tetap berada di bawah tanggung jawab Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU). Namun, hingga tulisan ini diterbitkan Nabil Zufar Gumiwang selaku Ketua DAMU tidak dapat dihubungi dan Fadiel Abdul Mazid selaku Ketua Komisi A DAMU tidak berkenan untuk memberikan tanggapan.
Kamal menjelaskan, pembahasan pelaksanaan Pemira selalu diikuti dengan pelaksanaan Kongres. “Masalahnya yang bisa merencanakan tanggal ini kan panitia BPPU, cuma sekarang pasca dari STP ini lagi proses pembuatan panitia BPPU karena Pemira ini dinaunginya oleh BPPU.” Kata Kamal.
Di sisi lain, ia menyampaikan jika pihak Kemahasiswaan dan Wakil Rektor (Warek) Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) sedang melakukan evaluasi terkait Pemira tahun lalu yang dinilai belum menjangkau seluruh mahasiswa saat dilakukan melalui Luar Jaringan (luring). Oleh karena itu, saat ini sedang dibahas terkait penerapan sistem Dalam Jaringan (daring), termasuk rencana pembuatan situs web untuk mendukung pelaksanaannya.
Menanggapi hal tersebut, Ferry Anwar Musaddad selaku Ketua BEM Fakultas Syariah mengutarakan belum dilaksanakannya Pemira maupun pergantian periodisasi tidak menjadi kendala bagi produktivitas BEM Fakultas Syariah. Menurutnya, hingga saat ini dampak dari belum terlaksananya Pemira juga belum dirasakan secara signifikan.
Sementara itu, Ketua Unisba Nihon Kyookai (UNK), RA Noffa Sulthanah mengeluhkan komunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) BEMU terkait administrasi keanggotaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Mungkin dari orang-orang di BEMU, tuh, saya gak terlalu tahu karena ternyata banyak orang-orang baru tapi setelah saya cek dari feeds IG (Instagram, Red) kepengurusan mereka belum di update, makanya saya sedikit kebingungan.” Ujarnya pada Kamis, (5/3).
Noffa berharap, internal BEMU dan DAMU dapat meningkatkan kinerja internal serta memperluas jangkauan terhadap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) mengingat peran BEMU sebagai jembatan antara organisasi internal Unisba dan pihak kemahasiswaan. Adapun, Ferry yang mengharapkan Pemira tidak menimbulkan dampak negatif bagi BEM di tingkat fakultas.
Terakhir, Kamal mengharapkan agar dapat terbangunnya demokrasi di lingkungan Unisba. “Kalau Pemira saya berharap adanya demokrasi yang terbangun di Unisba pun bicara pembelajaran politik ataupun gagasan ke depan, juga evaluasi yang memang ada di BEMU hari ini, diperbaiki pun yang sudah diperbaiki ya dipertahankan, intinya lebih baik dari yang hari ini,” tutup Kamal.
Reporter: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Penulis: Fachmi Dwi Gunawan/SM
Editor: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM
