Mahasiswa Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (Unisba) terlibat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pemekaran Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat, yang dilaksanakan pada Selasa, (1410/25) lalu di Kantor Desa Cihideung. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Praktek Peminatan yang melibatkan tiga orang mahasiswa, dengan pendampingan dari dosen pembimbing dan dosen kolaborator.
FGD tersebut dihadiri oleh pemerintah desa dan perwakilan masyarakat, sebagai ruang diskusi bersama untuk membahas rencana pemekaran desa yang sedang dipersiapkan. Agenda pembahasan meliputi alur pemekaran desa yang direncanakan oleh pemerintah desa, pemastian batas wilayah, penyepakatan pembagian aset desa, serta evaluasi tingkat perkembangan desa sebagai bagian dari tahapan pemekaran. Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan mempertimbangkan kondisi eksisting desa serta aspirasi dari pihak-pihak yang terlibat.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai pihak akademisi yang mempelajari dan memetakan alur pemekaran desa sebagaimana yang dijalankan oleh pemerintah desa, melalui proses diskusi, pengamatan, dan pengumpulan informasi dalam forum FGD. Keterlibatan mahasiswa difokuskan pada upaya memahami tahapan dan dinamika pemekaran desa yang berlangsung di tingkat lokal, tanpa mengambil peran dalam pengambilan keputusan kebijakan desa.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan inventarisasi dan plotting aset desa sebagai data pendukung dalam proses pemekaran desa. Kegiatan ini dilakukan dengan mengidentifikasi aset-aset desa yang ada dan menyusunnya berdasarkan aspek-aspek tertentu, sehingga dapat memberikan gambaran kondisi eksisting aset desa secara lebih sistematis. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pendukung bagi desa dalam proses penataan dan pemekaran wilayah.
Melalui kegiatan ini, keterlibatan mahasiswa sebagai bagian dari akademisi diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung dalam memahami proses perencanaan dan pemekaran desa secara nyata di lapangan. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa dukungan data dan sudut pandang akademik yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dalam proses pemekaran.
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Khususnya dalam mendukung proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Penulis: Nadia Fitri, Syamaidzar, & Salsabila Putri
