Unisba Renovasi Kantek untuk Akreditasi Internasional

Suasana Kantin Teknik yang rencananya akan direnovasi oleh pihak Kopsyakardos karena ada agenda akreditasi internasional. Kopsyakardos telah menerima persetujuan dari pihak Yayasan Unisba pada Jumat (3/5/19). (Ifsani/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Adanya agenda Akreditasi Internasional, Kantin Teknik (Kantek) akan direnovasi oleh pihak Koperasi Syari’ah Karyawan dan Dosen (Kopsyakardos) Unisba. Ketua Kopsyakardos, Susilo Setiyawan mengatakan, hal ini sudah disepakati Yayasan Unisba pada Jumat (3/5).

“Karena Unisba ini mau akreditasi internasional, nanti akan ada pemeriksaan dari Dinas Kesehatan. Mulai dari kesehatan dan kelayakan makanan, pencahayaan, sirkulasi udara segala macam. Kemudian kami diskusikan dengan Warek II karena tidak ada izin dari Yayasan. Akhirnya saya dan Warek II ke Yayasan dengan alasan tersebut dan disetujui oleh Yayasan,” ujar Suilo saat diwawancarai di depan Galeri Investasi Syariah Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Jumat (3/5).

Rencana itu pun mengharuskan pedagang di Kantek mengosongkan lapaknya pada Sabtu (4/5). Hal itu berdasarkan surat yang dikirim Kopyakardos pada Jumat (3/5). Meski begitu, pedagang di Kantek, Aidi Revri mengatakan, kabar untuk segera mengosongkan lapak sudah sepekan lalu. Kabar itu berupa imbauan lisan dari pihak Kopsyakardos.

“Setidaknya ada surat dan tanda tangan di atas materai mengenai ini, agar bisa mengobati hati para pedagang di sini. Meskipun enggak seratus persen, atau mengadakan rapat dulu sebelum pengosongan,” ujarnya. Revri merasa hal ini mendadak dan keputusan secara sepihak dari pihak Kopsyakardos.

Pertemuan Pedagang dan Mahasiswa dengan Kopsyakardos

Pedagang dan mahasiswa memutuskan untuk bertemu langsung dengan pihak Kopsyakardos pada Sabtu (4/5) di Basemant Kampus Ranggagading. Salah satu pedagang, Adang merasa takut oleh surat yang datang mendadak. “Enggak dapet informasi lengkap. Ujug-ujug [tiba-tiba] surat pengosongan.”

Selain itu, mahasiswa pun mengkritik surat yang diedarkan. Menurut Dega Abietia Kresna, surat tersebut tidak sesuai dengan ketentuan surat pada umumnya. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2014 itu menyebut, di dalam surat tidak ada nomor surat dan dari mana tembusannya.

Pihak Kopsyakardos, Agni menanggapi, “Kalau saya kumpulin begini dulu, ‘kan belum ada izin. Kalau sekarang izin turun, kita ada pertemuan,” katanya. Ia mengatakan, dirinya terhalang prosedur yang mengharuskan tembusan dari birokrat, sehingga surat langsung diedarkan.

Agni mengatakan, renovasi Kantek akan berjalan selama tiga bulan. Pedagang pun diberi waktu sampai Senin (6/5) untuk menutup lapaknya. “Sementara pedagang cari tempat lain dulu untuk berdagang.”

Reporter: M. Sodiq & Ifsani Ehsan/SM

Penulis: Ifsani Ehsan & Febrian Hafizh/SM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *