Penghitungan Suara Pilrek, Rakhmat Ceha Ungguli Edi Setiadi

Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) tengah melakukan penghitungan suara Calon Rektor (Carek) Universitas Islam Bandung yang di selenggarakan di Gedung Hj. Kartimi Kridhharsojo Unisba, Jalan Tamansari No. 1 pada Rabu (31/5/2017). Dalam penghitungan suara tersebut Rahmat Ceha unggul empat suara dari Edi Setiadi dengan jumlah 265 berbanding 261.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Setelah melakukan proses pemungutan suara pada 22 sampai 31 Mei 2017, Pemilihan Rektor (Pilrek) Unisba memasuki agenda penghitungan suara pada Rabu (31/5). Penghitungan ini diselenggarakan di Gedung  Hj. Kartimi Kridhoharsojo Unisba, Jalan Tamansari No. 1, dengan hasil Rakhmat Ceha unggul empat suara dari Edi Setiadi.

Jumlah suara yang didapat Rakhmat Ceha sebanyak 265 dengan prosentase 48,89, sedangkan Edi Setiadi memperoleh sebanyak 261 suara dengan prosentase 48,15. Berdasarkan SK rektor jumlah pemilih yang memiliki hak suara dalam Pilrek sebanyak 570, namun yang memberikan suara hanya 542 orang dosen. Dengan jumlah suara yang tidak sah tiga belas dan tiga suara abstain.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Pemilihan Rektor Jamhur menjelaskan, sistem pemungutan suara dilakukan di setiap fakultas. Hasil suara diberikan pada panitia Pilrek untuk digabungkan. “Pemungutan suara dilakukan sekitar pukul 11.30 dan langsung disetorkan kepada panitia di Aula,” paparnya, Rabu (31/5).

Jamhur juga mengungkapkan, hasil pemungutan suara yang didapatkan sekarang tidak menentukan siapa nanti yang akan jadi rektor. Ia menjelaskan dalam Statuta Universitas dan senat kedua Calon Rektor (Carek) bisa diajukan pada yayasan. “Hasil suara sekarang tidak mempengaruhi keputusan akhir yayasan. Jadi keduanya masih bisa menjadi rektor,” jelasnya.

Terkait hasil penghitungan yang diperoleh, dosen matematika Fakultas MIPA Erwin Harahap menanggapi. Menurutnya, melihat jumlah suara yang diperoleh kedua Carek mereka sangat didukung oleh dosen di Unisba.

“Harapannya, perbaikan kualitas kesejahteraan bagi pegawai dan dosen, peningkatan kualitas kelulusan, peningkatan fasilitas dan yang paling penting di bidang IT. Jika IT meningkat kemudahan dari segi administrasi pun meningkat,” ungkapnya. (Gina/SM)