Sang Juru Selamat Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung sedang mengawasi massa aksi yang tengah berdemo untuk menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate Jalan Dipenogoro No. 22, pada Kamis (8/10/2020). (Foto: Muhammad Sodiq/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang terjadi di Depan Gedung DPRD Kota Bandung, pada Selasa (6/10) hingga Kamis (8/10) diwarnai oleh aksi pelemparan batu, gas air mata, dan water cannon yang dilayangkan oleh pihak kepolisian. Belum lagi, saling dorong dan saling injak antar massa aksi mengakibatkan banyak korban luka berjatuhan.

Peristiwa yang terjadi selama tiga hari ini melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk maju demi menyelamatkan korban yang berjatuhan, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung dan tim medis dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. Koordinator Medis PMI, Muhammad Irwan Ibrahim mengatakan jika relawan PMI telah bersiaga di lokasi demo sejak hari Selasa (6/10) hingga Kamis (8/10) dengan menurunkan 25 orang relawan.

Adapun sebagian besar korban massa aksi yang berjatuhan merasa perih mata karena gas air mata yang dilemparkan. “Hari pertama kita menangani 6 orang korban dari mahasiswa dan aparat, sedangkan hari kedua 14 orang karena gas air mata.” Ujarnya.

Berbeda dengan tim PMI, Koordinator tim medis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Aisyiah, Rei Rendra Mahardika mengaku bahwa dirinya mengetahui dari Jabar Quick Respon bahwa tim medis pada hari pertama dan kedua aksi dirasa kewalahan saat menangani korban demo sehingga ia menambah relawan yang turun.

“Kemarin kita kewalahan, jadi tadi pagi kita inistiatif sendiri nambah pasukan sebagai relawan.” Tutur Rei saat diwawancarai pada Kamis (8/10).

Perihal kesiapan alat medis, tim medis STIKES Aisyiah dan tim medis lainnya telah menyiapkan mobil ambulance, tas medis, tandu dan sebagainya. Pun untuk lokasi evakuasi korban selain Unpas dan Unisba, terdapat lokasi tambahan yaitu di Jalan Rangga Malela dan Resismen Mahasiswa Mahawarman Jalan Surapati No. 29. Sedangkan untuk Rumah Sakit rujukan adalah Rumah Sakit Sariningsih.

Tentunya yang dapat kita catat, darimana pun asalnya, semua tim medis dan relawan yang turun saat ini tengah berjuang demi kemanusiaan, rela berkorban untuk menyelamatkan nyawa manusia yang sedang berdiri demi kepentingan rakyat.

Reporter: Sophia Latamaniskha

Penulis: Tazkiya Fadhiilah Khoirunnisa

Editor: Ervana Nurmelia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *