Kronologi Kerusakan Fasilitas Unisba dan Pemukulan Satpam Oleh Aparat Kepolisian

Seorang Satpam Unisba sedang menunjukkan bagian kaca yang pecah pada Gedung H Ahmad Saddali Tamansari satu, pada Kamis (8/10/2020). Kerusakan diakibatkan oleh bom asap yang ditembakkan oleh aparat kepolisian. Selongsong bom asap ditemukan di sekitar lokasi kejadian. (Foto: Muhammad Sodiq/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Aparat kepolisian kembali melayangkan tembakan kearah Unisba hingga menyebabkan kerusakan Gedung H Ahmad Saddali (Aquarium) Tamansari satu, hari Kamis (8/10). Di hari yang sama aparat kepolisian menghancurkan Pos Satpam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisba Jalan Purnawarman.

Selain adanya perusakan fasilitas, aparat kepolisian melakukan tindak kekerasan kepada sejumlah satpam Unisba. Hal tersebut disebabkan oleh tindakan Satpam yang mencegah masuk pihak aparat ke dalam Gedung LPPM. Kekerasan dilakukan pula terhadap Satpam yang sedang berjaga di Gedung Rektorat dengan kronologis yang sama.

Kerusakan Gedung LPPM dan Pemukulan Satpam

Staff Kamtiber, Ismail Wefa menyebut kronologis bermula ketika polisi menembakan gas air mata menuju Unisba dan memaksa masuk kedalam Gedung Rektorat Unisba untuk melakukan sweeping. Hal ini membuat polisi tersebut melayangkan pukulan kepada satpam sebab tidak diizinkan masuk kedalam Gedung Rektorat Unisba.

“Akhirnya ada tiga polisi yang masuk dan loncat kedalam rektorat untuk mengejar seseorang yang merekam kejadian tersebut, setelah itu mereka (polisi) balik lagi keluar hingga tertinggal satu polisi yang kemudian terjebak karena sudah diamankan oleh beberapa dosen.” Ujarnya saat diwawancarai, pada Jumat (9/10).

Setelah itu, polisi tersebut lari ke Lantai 4 Gedung Rektorat dan berusaha menghubungi polisi lain untuk minta dikeluarkan dari Gedung Rektorat sebab massa aksi telah memenuhi Jalan Tamansari. “Polisi itu menghubungi polisi lain sambil bilang begini, ‘saya tertinggal di Tamansari sebelah kiri’,” katanya.

Disisi lain, kata Ismail, polisi yang mendengar kabar tersebut lantas bergerak menuju Gedung LPPM Unisba sebab mengira bahwa lokasi polisi yang tertinggal berada di Gedung LPPM. Polisi pun lantas mendobrak dan memecahkan Pos Satpam agar bisa merengsek masuk kedalam Gedung LPPM Unisba.

Hal ini pun diakui oleh Kasie Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan (Kamtiber), Hartono, mengatakan bahwa aparat kepolisian memukul beberapa satpam dan menghancurkan kaca Pos Satpam dengan senjata. “Kita dihajar bukan kena lagi, kaca pecah juga didagor (dipukul) pakai senjata sama pihak kepolisian.” Tuturnya saat diwawancarai di Gedung Unisba Tamansari satu, pada Kamis (8/10).

Setelah menyadari bahwa polisi salah mendatangi Gedung LPPM Unisba, pihak kepolisan langsung berlari ke Gedung Fakultas Kedokteran dan Rektorat Unisba untuk menghampiri rekan polisi yang ditahan.

Kerusakan Pos Satpam Gedung Perkuliahan Tamansari Satu

Ismail pun menuturkan bahwa penembakan yang menyerang Pos Satpam Tamansari satu pada Rabu (7/10) disinyalir bukan dari gas air mata sebab ledakan yang terdengar lebih besar dari tembakan gas air mata. “Kita nyari barang bukti enggak ada, tapi ada yang melihat pantulan peluru tersebut.”

Selain Pos Satpam, fasilitas lain yang hancur akibat tembakan yakni Gedung H. Ahmad Saddali (Aquarium) tepatnya di dekat lahan parkir Menwa. Menurut pantauan Suara Mahasiswa, kerusakan Gedung tersebut terjadi, pada Kamis (8/10) malam. Kerusakan diakibatkan oleh bom asap yang ditembakkan oleh aparat kepolisian. Selongsong bom asap ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Terkait satpam yang terkena pemukulan, keduanya kini tengah di visum oleh pihak Kedokteran Unisba. Ismail pun menambahkan bahwa seluruh pihak merasa kecewa dengan aparat kepolisian padahal pada Kamis (8/10) pukul 11.00 pihak Unisba telah melayangkan surat pengaduan kepada pihak kepolisian.

Reporter: Sophia Latamaniskha & Muhammad Sodiq

Penulis: Tazkiya Fadhiilah

Editor: Ifsani Ehsan Fachrezi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *