Suasana pelaksanaan Pelantikan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) Periode 2025-2026 bertempat di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo pada Selasa, (17/7). (Foto: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM)
Suaramahasiswa.info, Unisba- Yayasan Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Pelantikan Rektor Masa Bakti 2025-2029 yang berlangsung di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo, pada Selasa, (15/7). Acara ini dihadiri oleh 256 undangan, di antaranya Pimpinan Fakultas hingga Kepala Program Studi (Kaprodi) serta tamu eksternal dari instansi pemerintahan, sipil atau militer.
Rektor Unisba Periode 2025-2029, A. Harits Nu’man mengungkapkan bahwa fokus utama pada awal periodisasi adalah peningkatan kualitas input mahasiswa (raw input) dan penguatan jabatan fungsional dosen sebagai wujud marwah akademik. Ia juga menekankan pentingnya internasionalisasi, baik dalam tingkat mahasiswa, dosen, ataupun lembaga.
Harits juga memperkenalkan Program Kerja (Proker) yang bertajuk IMAN, yakni Islamic spirit, Maintenance sustainability, Adaptability, serta Nation and globalization. Selain itu, Ia menargetkan penambahan jumlah guru besar yang ada di Unisba.
“Mudah-mudahan, tiga bulan kedepan tiga guru besar ditambah dengan potensi lektor kepala untuk menjadi guru besar. Jadi di empat tahun, mudah-mudahan kurang lebih bisa mencapai lima puluh guru besar,” Ucap Harits saat diwawancarai pada Selasa, (15/7).
Terkait struktur kepemimpinan, Harits mengatakan jajaran rektor belum ditetapkan untuk saat ini. Struktur kepemimpinan rektor yang lama masih berlaku hingga berakhirnya Surat Keputusan (SK) untuk Wakil Rektor (Warek) di bulan Oktober.
Selanjutnya, rangkaian acara pelantikan dimulai pada pukul 10.00 WIB diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan SK Pengangkatan Rektor serta pembacaan janji jabatan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba dan diakhiri dengan doa.
Sekretaris Badan Pengurus Yayasan Unisba, Asep Ramdan Hidayat mengatakan acara pelantikan berjalan dengan lancar meskipun ada sedikit kendala. “Tadi kita sudah naik di jam 10.00, tapi karena kondisi macet dan sebagainya sehingga ada yang baru bisa datang, tapi itu bukan masalah signifikan. Mayoritas undangan sudah di dalam dan dimulai jam 10.00.” Ujar Asep pada Selasa, (15/7).
Asep menambahkan, persiapan pelantikan sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya. Selain itu, selaku perwakilan dari yayasan, Ia mengakui hanya ada satu calon yang sampai pada tahap yayasan sehingga pihaknya hanya perlu melaksanakan pelantikan saja.
Menanggapi acara tersebut, Amrullah Hayatudin selaku Warek III Unisba juga mengatakan jika acara berlangsung dengan lancar. Amrullah berharap, kepemimpinan baru yang akan dipimpin oleh Harits dapat membawa perubahan positif bagi Unisba.
“Meskipun Prof. Harits bukan orang pertama di jajaran pimpinan Unisba, sekarang beliau menjadi pimpinan tertinggi di Unisba, sehingga punya rencana-rencana yang menjadikan Unisba lebih baik lagi.” ujar Amrullah saat diwawancarai pada Selasa, (15/7).
Senada dengan Amrullah, Dosen Fakultas Dakwah, Parihat Kamil menilai pelantikan rektor memiliki makna mendalam karena mengandung amanat yang disampaikan oleh ketua pembina yayasan. Ia berharap, rektor baru dapat menjalankan amanat dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang diwariskan pendiri Unisba.
Harits berharap, mahasiswa dapat mendukung program Unisba kedepannya sekaligus turut berkontribusi dengan tenaga pendidik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan kampus. “Jadi tidak hanya tugas pimpinan tapi tugas mahasiswa juga berkontribusi. Mahasiswa lulus tepat waktu, mahasiswa punya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif-Red),” pungkasnya.
Reporter: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
