Sangat berbeda dengan keadaan sebulan yang lalu ketika atap Lodaya roboh dan mengakibatkan beberapa kerusakan hingga menimbulkan korban luka.
Di sudut lapangan, tampak Edwin, ketua USBU, sedang beristirahat sembari menagih uang sewa lapangan ke setiap anggota. Edwin yang diwawancara ketika istirahat menuturkan, bahwa kejadian itu bukan kejadian yang menimpa USBU, melainkan sebuah klub sepak bola lain yang juga masih dianggotai olehnya. Ia juga mengatakan bahwa meskipun dinilai berisiko tetapi ia tidak ada pilihan lain selain latihan di lapangan ini, mengingat Liga Mahasiswa se-Jawa Barat (Lismajab) semakin dekat.
Liga Mahasiswa se-Jawa Barat tersebut akan berlangsung pada Januari 2012 mendatang. “Mau ga mau, ya kita harus siap”, ujar Edwin secara tegas.
Ia mengatakan bahwa selain dikarenakan waktu, masalah dana juga menjadi kendala. “Andaikan pihak universitas bisa membantu masalah dana, mungkin mereka bisa latihan di tempat yang lebih baik.” Ungkapnya. Edwin sempat mengatakan keinginannya agar bisa berlatih di Lapangan Sidolig.
Seputar masalah robohnya atap, hal tersebut tidak mempengaruhi performa tim USBU yang semakin matang. Ini terlihat dari permainan yang mendominasi ketika mereka menguji coba bertanding dengan tim lain.
“Semoga dengan bertambah matangnya permainan USBU, dapat memberikan hasil terbaik di Lismajab dan dapat mengharumkan nama kampus, tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut untuk berlatih di Lapangan yang memiliki struktur bangunan yang cukup rapuh itu.” Tutup Edwin.

