Suasana mahasiswa yang hadir, saat kampanye dialogis calon presiden mahasiswa Unisba beserta wakilnya di pelataran Aquarium Unisba Jln. Tamansari No.1 Bandung Jum’at siang (13/12).
Suaramahasiswa.info, Unisba – Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) menggelar kampanye dialogis antara tiga pasangan capresma, cawapresma dan mahasiswa Unisba di pelataran gedung Aquarium Juma’at siang (13/12). Ketiga pasangan capresma dan cawapresma yaitu Rachman Julistya – Rifqi Lukman, Mikdad – Nur Aini Karimah, Nuran Fiqolbi – M. Jibral Imperial, ikut memaparkan visi dan misi mereka, serta menjawab beberapa pertanyaan mahasiswa yang hadir.
Kampanye dialogis tersebut bisa terbilang kurang aspirasi dari mahasiswa akan sosok kepemimpinan yang bakal memimpin mahasiswa Unisba kedepannya. Banyaknya mahasiswa yang datang menyaksikan kampanye bisa dihitung sekitar kurang dari 80 orang mahasiswa. Hal tersebut dinilai kurang mewakili dari jumlah mahasiswa Unisba yang aktif kurang lebih sekitar 3000 mahasiswa.
Menurut capresma Rachman Julistya kurang aspirasi tersebut bukan kesalahan mahasiswa Unisba, namun ia menilai tindakan dari Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) kurang maksimal dalam pekerjaanya. “Saya melihat tindakan dari BPPU DAMU sendiri dari awal proses screening, pencalonan itu ngaret-ngaret sehingga informasi itu terputus, seharusnya dari pihak BPPU harus lebih memflorkan lagi ke BEM fakultas dan masyarakatnya sendiri,” ungkap capresma yang memiliki no urut 1 dalam pemilu.
Berbeda halnya dengan capresma Nuran Fiqolbi, ia menanggapi kurangnya aspirasi mahasiswa Unisba ini disebabkan kampus Unisba ini sedang ‘sakit’. “Hadirnya mahasiswa yang segitu adalah fenomena bahwa kampus kita itu lagi sakit, semoga agenda dialog tadi merupakan momentum awal bagaimana kita bisa bangkit, semangat mahasiswa dalam berorganisasi, kalau itu bisa kita pupuk terus, nantinya bisa berkembang,” ungkap dan harap Nuran. (Adil Nursalam/SM)
