UKT Bentrok Menjelang UAS

Suasana pembayaran Uang Kuliah Tetap (UKT) di Student Center Unisba, Senin (23/12). Pembayaran ini dimulai tanggal 16-27 Desember 2013. Mahasiswa terlihat sedang antri menunggu giliran untuk membayar UKT. (Agam Rachmawan/Job)

Suaramahasiswa.info,Unisba – Seluruh mahasiswa Unisba diwajibkan untuk membayar Uang Kuliah Tetap (UKT) melalui Bank BRI Syariah ataupun datang langsung ke Student Center (SC), mulai tanggal 16 – 27 Desember 2013. UKT ini merupakan persyaratan perwalian semester genap. Namun, penjadwalan pembayaran UKT tersebut mendapat protes di kalangan mahasiswa Unisba. Hal ini ditunjukkan dengan adanya mahasiswa yang langsung datang ke Puslahta.

Sebagai kepala Puslahta, Agus Mumung memberikan penjelasan mengenai penjadwalan pembayaran UKT yang terkesan terlalu terburu-buru. Uang itu merupakan persyaratan untuk perwalian pada tanggal 20 – 24 Januari 2014. “Kalo kita menjadwalkan pembayaran saat UAS kasihan terhadap mahasiswanya. Biarkan mereka fokus terhadap UAS,” ujarnya.

Walaupun batas akhir pembayaran sudah ditetapkan pada tanggal 27 Desember 2013, namun dari pihak Humas dan Wakil Rektor II memiliki rencana untuk memperpanjang masa pembayaran hingga bulan Januari. Meskipun ini masih wacana, namun pihak Humas masih menunggu kepastian tersebut. “Untuk kepastian masa perpanjangan bisa ditanyakan terhadap Humas,” papar Agus.

Namun setelah diklarifikasi kepada pihak Humas, mereka tidak mengetahui akan hal tersebut. Malahan berkelit bahwa hal itu bukan urusannya. ”Kami dari Humas tidak mengurus kebijakan tersebut, kami hanya menyebarkan informasi kepada seluruh mahasiswa,” tukas Indri Rahmawati.

Selain waktu pembayaran yang menjadi kendala, ternyata biaya tersebut juga menjadi salah satu dari protes beberapa mahasiswa. Dapat dilihat untuk tahun ini terjadi kenaikan dari angkatan 2012 yang membayar Rp 1.375.000 melonjak menjadi Rp 1.650.000 untuk angkatan 2013. Agus menegaskan, ”untuk masalah ini, kami tidak dapat menyalahkan pihak Puslahta karena ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh pimpinan,” ujarnya.

Sebagian mahasiswa tidak mengerti dengan skema pembayaran UKT. Hal itu diperjelas oleh Agus Mumung yang mengira bahwa panitia Ta’aruf kurang memberikan informasi yang sangat jelas dan rinci mengenai pembayaran UKT ketika Ospek beberapa waktu lalu. “Saya menduga waktu Ta’aruf tidak dijelaskan tentang sistem pembayaran, ini menjadi masukan untuk panitia Ta’aruf tahun depan agar lebih memberikan penjelasan kepada mahasiswa baru mengenai pembayaran dan fungsi kalender akademik,” tukas Agus.

Menurut Yuliani Rizkia Erwin (18) pembayaran UKT ini tidak efektif karena terburu-buru. Ia berpendapat seharusnya pembayaran uang tersebut dibayar setelah UAS. “Pengennya sih ngga ada UKT, atau UKT dibayar barengan dengan bayaran pas awal. Jadi ngga kaget juga,” papar Yuliani salah satu mahasiswa Fikom Unisba.

Agus Mumung memberikan pesan untuk seluruh mahasiswa baru Unisba agar lebih peka terhadap informasi perihal pembayaran. Untuk menghindari mahasiswa baru dari kebingungan mengenai pembayaran UKT. ”Tanyakan kepada bagian yang tepat sehingga mendapatkan informasi yang akurat,” ungkap pria berkepala plontos ini. (Agam Rachmawan, Intan Silvia D. /Job)