Dua pasang calon presiden mahasiswa dan wakilnya sedang mengambil kocokan nomor urut pemilihan, Yunus Mulia, M. Fadhli Muttaqien, Ridwan Dirgantara, Ricky Adhitya, Mico Mio. (dari ujung Kiri). Acara tersebut diselenggarakan pada Jumat di Student Center Unisba. (Nahjul/SM)
Suaramahasiswa.info, Unisba – BPPU akhirnya menggelar acara screening untuk para calon presiden mahasiswa dan calon wakil presiden mahasiswa yang sebelumnya sempat tertunda. Screening ini dilakukan untuk memfilter siapa kandidat yang layak menyalonkan dan menentukan nomor urut para kandidat. Ricky Adhitya Purnama dan Mico Mio mendapat urutan nomor satu, sedangkan pasangan M Fadhli Muttaqien dan Yunus Mulia Hendriyaman mendapat nomor urut dua. Kegiatan ini diselenggarakan di Student Centre (SC) Unisba pada hari Jum’at (17/4)
Ricky Adhitya Purnama selaku Capres dari Fikom menuturkan bahwa proses screening yang dijalani tidak ada hambatan. Ia mengaku bahwa dirinya dan calon wakil presma yang mendampinginya merasa siap dengan screening hari ini. “Alhamdulillah proses screening tadi lancar, semua berjalan sesuai dengan keinginan kami,” ucap mahasiswa Manajemen Komunikasi tersebut.
Mico Mio selaku Cawapres mengungkapkan bahwa soal nomor urut yang didapatkannya tidak ada masalah. Ia merasa nomor berapapun yang didapatkannya tidak akan mempengaruhi hasilnya nanti. “Yang terpenting itu visi dan misinya , bukan nomor urutnya,” ujarnya dengan semangat.
Mengenai acara debat Capres dan Cawapres nanti, mereka berdua mengaku siap menghadapi lawannya. Persiapan yang akan mereka lakukan adalah menjaga koordinasi satu sama lain. “Kalau soal persiapan sih yang terpenting kita berdua harus satu frame, jangan sampai berbeda tujuan,” tutur Ricky.
Senada dengan kandidat nomor satu, pasangan Fadhli Muttaqien dan Yunus Mulia juga berpendapat bahwa proses screening berjalan lancar. Namun, mereka menyayangkan masalah waktu yang diundur oleh pihak BPPU, sehingga mahasiswa simpang siur soal waktu screening ini. “Prosesnya tadi alhamdulillah lancar dan ini menjadi modal kami untuk melangkah kedepannya,” ujar Yunus selaku Cawapres.
Mengenai nomor urut dua yang mereka dapat, Fadhli mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya nomor bukanlah hal yang terlalu penting, karena ia dan pasangannya sudah memiliki keyakinan yang besar untuk menang. “Dari awal mencalonkan, kami sudah merasa yakin bahwa nantinya akan menang. Karena gagasan yang kami usulkan insya Allah akan membuat Unisba bangkit,” ungkap mahasiswa Fakultas Dakwah ini.
Fadhli mengungkapkan bahwa akan mematangkan konsep, gagasan dan visi misi untuk acara debat tanggal 20 April nanti. Ia merasa selalu optimis dengan pasangannya dalam pencalonan ini. “Bagi saya yang terpenting dalam debat nanti adalah bagaimana cara menyamakan frame para mahasiswa, agar nantinya mereka bisa sejalan dengan kita dan akhirnya tau mau pilih siapa,”pungkas mahasiswa berkacamata ini. (Khalida/SM)
