“Demo ini adalah kelanjutan dari aksi di depan Gedung Sate. Lalu bergerak menuju Fly over Pasopati dan memblokirnya. Mereka juga sempat melakukan sholat Ashar disana. Setelah itu melakukan long march menuju Tamansari,” ujar Rizky, salah seorang demonstran.
Para demonstran membuat lingkaran, lalu menyayikan lagu Indonesia Raya dan Halo-Halo Bandung, serta menyuarakan yel-yel yang menjelekkan pemerintah. Aksi ini sempat bersitegang dengan salah seorang pengendara motor yang mencoba menembus blokade mereka. Namun, kejadian tersebut berakhir setelah salah seorang demonstran memperbolehkan warga untuk lewat.
“Even-even gini boro-boro mereka kasih tau polisi, dari pihak Unisba juga gak kasih pemberitahuan. Ya udahlah terima aja, kami hanya mengamankan,” ujar Ag Sudiro, salah satu anggota dari Polrestabes Bandung yang mengawasi aksi.
Di tengah orasi, keadaan sempat dihebohkan oleh ledakan keras dari bambu yang mereka jadikan alat perantara untuk menyulut kembali api yang padam. Dalam demo ini mereka juga menyuarakan orasi, “apabila BBM naik SBY harus turun”.
“Saya juga gak tahu kalau ada acara kayak gini, walau saya berada disini. Justru saya yang memberitahu bidang kemahasiswaan dan kamtiber, kalau ada aksi di depan kampus,” jelas Agus Susilo, selaku pihak Keamanan dan Ketertiban Unisba.
