Almira Azalia mahasiswa Teknik Planologi Unisba sangat menyayangkan akan adanya pengiriman surat kaleng tersebut kepada HMTPL. “Surat kaleng itu membuat saya kaget, surat kaleng kan surat yang kita tidak tahu dari siapa surat itu berasal. Kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi,” ujar perempuan yang juga menjadi pengurus HMTPL angkatan 2009 hingga sekarang.
Menurut Tegar BMW Putra selaku ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) 2013-2014. Mencurigai adanyanya surat kaleng tersebut, ditenggarai karena masalah internal yang berada di tubuh HMTPL. “Kemungkinan masalah internal HMTPL yang membuat surat kaleng tersebut berada, hal tersebut sah-sah saja mengingat aspirasi mahasiswa HMTPL terkandung didalamnya,” ungkapnya.
Senada dengan Tegar, Rendra Wibawa ketua BEM Teknik mengatakan sudah menjadi hal yang wajar kejadian tersebut terjadi. Selain itu, Rendra juga menjelaskan bahwa hidup organisasi sekarang adalah era demokrasi dan kedaulatan berada di atas rakyat. Rakyat diartikan disini adalah mahasiswa. “Hal tersebut sudah biasa, karena hidup di era demokrasi kedaulatan di atas rakyat, sehingga wajar apabila rakyat kecewa dan melakukan hal yang tak diinginkan,” papar Rendra.
Selain itu, Rendra Wibawa pun berpendapat mengenai pengiriman surat kaleng tersebut. Membuktikan bahwa masyarakat teknik tidak apatis dan masih peduli terhadap himpunannya. “Hal ini bisa menjadi pelajaran semua, membuktikan bahwa mahasiswa teknik tidak apatis dan bisa lebih peduli” tutur Rendra. (Ita Maryane/SM)

