Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Kampus
  • ‘Surat Kaleng’ HMTPL, Desak Yoga Turun Dari Pimpinan
  • ALL POST
  • Berita Kampus

‘Surat Kaleng’ HMTPL, Desak Yoga Turun Dari Pimpinan

 

‘surat kaleng’ yang tertempel di pintu sekretariat Himpunan Mahasiswa Tenik Planologi (HMTPL) Unisba, Rabu (5/6).

Unisba, SM – Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi (HMTPL) Unisba pada Rabu (5/6) dikejutkan dengan ‘surat kaleng’ yang tertempel di pintu sekretariatnya. Isi pokok dari surat kaleng tersebut menyatakan pendesakan terhadap kepengurusan HMTPL periode 2012-2013, untuk segera melakukan musyawarah besar (mubes) dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) massa kepemimpinan sang ketua Yoga Putut Afandi. Selain itu, isi surat kaleng tersebut mendesak sang ketua untuk turun bila sudah tidak sanggup memimpin HMTPL.

Suara Mahasiswa Juni 8, 2013

Almira Azalia mahasiswa Teknik Planologi Unisba sangat menyayangkan akan adanya pengiriman surat kaleng tersebut kepada HMTPL. “Surat kaleng itu membuat saya kaget, surat kaleng kan surat yang kita tidak tahu dari siapa surat itu berasal. Kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi,” ujar perempuan yang juga menjadi pengurus HMTPL angkatan 2009 hingga sekarang.

Menurut Tegar BMW Putra selaku ketua Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (KMTI) 2013-2014. Mencurigai adanyanya surat kaleng tersebut, ditenggarai karena masalah internal yang berada di tubuh HMTPL. “Kemungkinan masalah internal HMTPL yang membuat surat kaleng tersebut berada, hal tersebut sah-sah saja mengingat aspirasi mahasiswa HMTPL terkandung didalamnya,” ungkapnya.

Senada dengan Tegar, Rendra Wibawa ketua BEM Teknik mengatakan sudah menjadi hal yang wajar kejadian tersebut terjadi. Selain itu, Rendra juga menjelaskan bahwa hidup organisasi sekarang adalah era demokrasi dan kedaulatan berada di atas rakyat. Rakyat diartikan disini adalah mahasiswa. “Hal tersebut sudah biasa, karena hidup di era demokrasi kedaulatan di atas rakyat, sehingga wajar apabila rakyat kecewa dan melakukan hal yang tak diinginkan,” papar Rendra.

Selain itu, Rendra Wibawa pun berpendapat mengenai pengiriman surat kaleng tersebut. Membuktikan bahwa masyarakat teknik tidak apatis dan masih peduli terhadap himpunannya. “Hal ini bisa menjadi pelajaran semua, membuktikan bahwa mahasiswa teknik tidak apatis dan bisa lebih peduli” tutur Rendra. (Ita Maryane/SM)

Continue Reading

Previous: [Berita Foto] Foto Teknik Fair
Next: Sebab Mubes dan LPJ HMTPL Tertunda

Hal Terkait

Pemira Unisba Lagi-Lagi Aklamasi
  • Berita
  • Berita Kampus

Pemira Unisba Lagi-Lagi Aklamasi

September 12, 2026
Pangdam Baru, DAMU Tuntaskan Agenda di Sisa Periode
  • Berita
  • Berita Kampus

Pangdam Baru, DAMU Tuntaskan Agenda di Sisa Periode

Agustus 29, 2026
Kekosongan DAMU Jadi Faktor Keterlambatan Pemira Unisba
  • Berita
  • Berita Kampus

Kekosongan DAMU Jadi Faktor Keterlambatan Pemira Unisba

Agustus 28, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Pemira Unisba Lagi-Lagi Aklamasi
  • Berita
  • Berita Kampus

Pemira Unisba Lagi-Lagi Aklamasi

September 12, 2026
Gunung Api dan Segala Hal di Sekitarnya
  • Artikel

Gunung Api dan Segala Hal di Sekitarnya

September 10, 2026
Ketidakcakapan Pemerintah dalam Menangani Bencana Alam
  • Alternatif
  • Artikel

Ketidakcakapan Pemerintah dalam Menangani Bencana Alam

September 9, 2026
September Hitam dan Keadilan yang Mati
  • Alternatif
  • Artikel

September Hitam dan Keadilan yang Mati

September 7, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.