Suaramahasiswa.info, Unisba – Tahun baru merupakan awal dari segala pengharapan. Unisba yang sering disebut kampus perjuangan ini memang sudah berdiri sejak tahun 1958, tentu sudah banyak pembaharuan yang diciptakan demi kualitas segala sektornya. Di tahun 2015 ini pun, tidak lah luput dari trobasan-trobasan itu.
Resolusi mempunyai arti suatu tindakan perubahan dalam mencapai keinginan. Begitu pula yang diperlukan kampus bervisi Mujahid, Mujtahid, Mujaddid ini dalam mencapai cita-cita setiap mahasiswanya maupun dosen serta pihak yang bersangkutan di dalamnya.
Yolla Williana mahasiswa Public Relation mengharapkan adanya perbaikan di sektor fasilitas terutama lahan parkir yang tidak memadai. Lihat saja, menjelang tengah hari lahan parkir motor Kampus Tamansari sudah ditutup karena tidak bisa menampung kendaraan lagi. “Ya, saya harap sih penerimaan mahasiswa barunya juga jangan banyak-banyak supaya sesuai dengan fasilitas yang ada.” ungkap mahasiswa angkatan 2013 ini.
Resolusi juga berlaku untuk Ary Fakhrul seorang mahasiswa Jurnalistik 2010 yang memberi pengharapan untuk Unisba kedepannya. Menurutnya pelayanan birokrasi di kampus harus lebih ditingkatkan lagi, “dalam persoalan infrastruktur tidak sesuai dengan hasil pembayaran mahasiswa diantaranya pembayaran Infaq Kuliah Tetap (IKT), Infaq Satuan Kredit Semester (ISKS), dan pembayaran lain.” ujarnya.
Lain halnya dengan resolusi dari M.E Fuady selaku Kabag Humas Unisba saat diwawancarai via telepon. Ia menginginkan fasilitas menjadi sorotan utama pembenahan di tahun ini mengingat tahun 2014 lalu, Unisba peningkatan pendaftar. “Kemarin sudah delapan ribu pendaftar yang masuk inginnya lebih banyak pendaftar lagi agar sumber daya manusia lebih unggul.” ungkapnya.
Resolusi bukan hanya sekedar ucapan, Fuady berpesan bahwa penggantian fasilitas tidak semua prosesnya cepat. “Dalam hal anggaran yang sebanyak ini belum tentu juga untuk disetujui oleh semua pihak.” ujarnya di akhir wawancara. (Cynthia N./Job)
