Rektor : Tidak Ada Kekerasan, Dalam Masa Ospek

Rektor Unisba M. Thaufiq Siddiq Boesoirie memimpin Sidang Terbuka Senat Unisba, Ta’aruf, pelantikan mahasiswa baru, Senin (8/9), di kampus Unisba, Jln. Tamansari 1 Bandung.

Suaramahasiswa.info, Unisba – Rektor Unisba M. Thaufiq Siddiq Boesoirie membuka secara resmi Sidang Terbuka Senat Unisba, Senin (8/9) di kampus Unisba, Jln. Tamansari No. 1 Bandung. Dalam sidang tersebut ikut dilantik mahasiswa baru sebanyak 2.763. Selain itu ada pula penyampaian orasi ilmiah yang disampaikan Hj. Mella Ismelina bertema Relasi Moral Lingkungan dan Etika Akademik.

Selain kegiatan belajar dalam program akademik di kelas. Rektor Unisba mengungkapkan jika kegiatan ekstrakulikuler Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) di Unisba juga harus patut diperhitungkan. Hal itu beralasan guna mengembangkan keahlian diri, melatih jiwa kepemimpinan dan sebagai ajang pengalaman.

“Unisba sendiri mempunyai beberapa kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan kegiatan bersifat diluar kelas ini berguna dalam mengembangkan keterampilan. Ikut organisasi adalah penting sebagai penunjang ilmu-ilmu di kelas, seperti melatih kepemimpinan, dan mengisi pengalaman,” tuturnya dalam pidato.

Ia pun menitipkan pesan agar semasa ospek tidak ada kekerasan fisik dan kata-kata yang kasar yang merendahkan martabat seseorang. “Saya berpesan agar semasa ospek mahasiswa baru, tidak ada kekerasan fisik dan kata-kata yang merendahkan martabat seseorang, jika itu sampai terjadi, mahasiswa bisa melaporkan kepada dekan masing-masing fakultas,” pesannya. (Adil Nursalam/SM)