Suasana perayaan milad ke-67 Universitas Islam Bandung (Unisba) di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo, tepatnya di Jalan Tamansari Nomor 1, Kota Bandung. (Sumber: teknik.unisba.ac.id).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan rangkaian acara Milad Unisba ke-67 yang dituanrumahi Fakultas Teknik (FT) dengan tema Smart Engineering for Sustainable Industry sejak Rabu, (18/6) lalu. Acara tersebut menuai berbagai tanggapan terkait minimnya partisipasi dan kontribusi mahasiswa dalam penyelenggaraannya.
Ketua Pelaksana Milad Unisba, Dzikron mengatakan bila sebelumnya persiapan acara berlangsung singkat karena penetapan Fakultas Teknik sebagai tuan rumah baru dilakukan pada pertengahan tahun. “Milad ke-67 jatuh ke Fakultas Teknik, sebenarnya penunjukannya itu bukan dari tahun lalu, sekitar April, resminya dari Pak Rektor itu saya lupa entah Mei, entah Juni.” Ucapnya pada Jumat, (31/10).
Dzikron melanjutkan, bahwa pada dasarnya kegiatan milad Unisba hanya mewajibkan dua agenda utama, yakni bazar dan orasi ilmiah. Namun, pada tahun ini para panitia memperluas konsep dengan mengintegrasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam aspek pengajaran yakni penelitian dan pengabdian.
Selain itu, Dzikron menuturkan, Tenaga Pendidikan (Tendik) dan mahasiswa terlibat secara langsung dalam kegiatan milad. “Sebenarnya itu sudah otomatis gitu, nggak harus direncanakan bahwa kita dalam kegiatan-kegiatan melibatkan mahasiswa. Jadi (Sosialisasi-Red) tidak diinformasikan dengan baik.” Jelas Dzikron.
Nadhif, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik sekaligus Panitia dari Rangkaian Acara Milad Unisba yaitu, Techno Green Bazaar ungkap sistem kepanitiaan yang melibatkan mahasiswa dibentuk secara langsung tanpa melalui rekrutmen. “Kalau saya sendiri itu perwakilan dari dosen atau jajaran fakultas yang mencari mahasiswa, jadi kayak menghubungi dari setiap prodi-nya (Program Studi-Red).” Ujarnya pada Jumat, (7/11).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan sebelumnya sekitar April hingga Juni. Dalam sosialisasi tersebut, pihak FT memperkenalkan konsep, tema, serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
Serupa dengan Nadhif, Ananta Widya Suci selaku Panitia bidang Publikasi dan Dokumentasi (Pubdok) mengaku tidak mengikuti proses pendaftaran melainkan diajak langsung melalui pesan pribadi. “Saya nggak daftar, saya langsung di chat terus bersedia. Jadi bukan kayak mau nggak jadi panitia tapi hayu, gitu, tinggal nunggu persetujuan saya aja mau atau nggak nya, gitu.” Tuturnya saat diwawancarai pada Jumat, (7/11).
Ia menambahkan, mahasiswa turut dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan sosialisasi. Menurutnya, keterlibatan tersebut tanpa paksaan karena sebagian mahasiswa memiliki jadwal kuliah, sehingga keikutsertaan disesuaikan dengan waktu luang masing-masing atau diwakilkan oleh yang hadir.
Meskipun begitu, salah satu mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Siti Nurhaliza mengaku tidak tahu akan adanya rangkaian Acara Milad Unisba. “Kalau aku sih, belum tahu ya, kayak belum tahu adanya Milad Unisba ini. Baru tahu-nya ya, saat ini karena meminta tanggapan soal Milad.” Ujarnya saat diwawancarai Jumat, (31/10).
Selain itu, Ubet (bukan nama asli) dari Fakultas Hukum menanggapi terkait mahasiswa yang harus dilibatkan dalam acara milad. Menurutnya, mahasiswa yang berkuliah di Unisba juga harus merayakan lahirnya Unisba, sebagaimana Unisba adalah tempat belajar studi mahasiswa.
Ubet berharap, semoga Unisba semakin berkembang dengan baik mencapai tujuan dari visi misi yang telah ditetapkan. “Unisba semoga kedepannya dapat menumbuhkan mahasiswa yang kompeten dan memiliki intelektual karena mahasiswa tidak akan mempunyai intelektual yang tinggi tanpa kampus gitu.” Ujarnya pada Jumat, (31/10).
Senada dengan itu, Nadhif juga berharap kedepannya milad memiliki inovasi baru yang lebih jelas dengan persiapan yang lebih matang. “Kayak terbuka aja kalau bisa mengadakan kegiatan atau kompetisi mahasiswa gitu. Biar jadi ajang buat mahasiswa juga gitu buat Milad, ya, paling gitu sih lebih ke fokus lebih kayak ada kegiatan-kegiatan mahasiswa gitu.” Ucapnya.
Terakhir, Dzikron mengharapkan pelaksanaan Milad kedepannya dapat menjadi kegiatan yang lebih inklusif dan tidak hanya terbuka untuk internal kampus, tetapi juga membuka ruang partisipasi eksternal. “Semoga kiprah kita itu semakin nyata kalau kita sudah pancangkan tombak istilahnya berlayar, ya kita pertahankan di tengah deru ombak tadi.” Pungkasnya.
Reporter: Dandi Pangestu Rusyanadi/SM & Linda Puji Yanti/SM
Penulis: Siska Vania/SM
Editor: Alfira Putri Marcheliana Idris/SM
Catatan redaksi: Redaksi telah menyunting isi berita pada Jumat, (14/11) terkait struktur dan hasil wawancara dari narasumber agar sesuai dengan fakta yang ada. Kami mohon maaf untuk kesalahan penulisan sebelumnya.
