Potret Ruang Sekretariat Dewan Amanat Mahasiswa Universitas Islam Bandung yang berada di Kampus Utama tepatnya di Jalan Tamansari, Nomor 1, Kota Bandung pada Rabu, (19/11). (Foto: Linda Puji Yanti/SM)
Suaramahasiswa.info, Unisba- Ketua Umum Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Universitas Islam Bandung (Unisba) Periode 2025/2026, Restu Baihaqi Firdaus mengundurkan diri tanpa kejelasan sejak akhir Agustus lalu. Akibatnya, posisi Ketua Umum DAMU mengalami kekosongan dan menggugurkan peran DAMU sebagai lembaga legislatif organisasi mahasiswa (Ormawa) Unisba.
Wakil Rektor (Warek) Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Asnita Frida B. R. Sebayang menyampaikan DAMU memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM). Ia menegaskan, kampus sedang menelusuri dasar hukum untuk menentukan langkah tepat terhadap kekosongan kepemimpinan.
“Kita sedang mengumpulkan aturan, regulasi, AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga-Red) Ormawa. Jika harus diambil alih oleh Warek Bidang Belmawa, silakan, tetapi harus sesuai dengan kaidah yang berlaku. Nah, sampai saat ini saya sudah meminta Ormawa untuk berkomunikasi dengan DAMU, namun sampai hari ini mereka (DAMU-Red) belum hadir,“ ucap Asnita pada Kamis, (6/11).
Asnita menambahkan, dirinya telah meminta Kepala Seksi (Kasi) Kemahasiswaan Unisba memastikan jalur komunikasi dengan DAMU setelah lembaga tersebut tidak hadir dalam pertemuan resmi. Ia menyebut, pihak kampus sedang mengumpulkan regulasi terkait mekanisme penanganan kekosongan kepemimpinan.
Ia melanjutkan, langkah penanganan kekosongan kepemimpinan perlu didasari regulasi yang berlaku. “Saya minta seluruh mekanisme dan aturan termasuk BPPU (Badan Penyelenggara Pemilihan Umum-Red) dikumpulkan untuk mengetahui prosedur saat terjadi kekosongan kepemimpinan, karena langkah darurat harus sesuai hukum. 30 hari pertama kita sudah pada tahap mengidentifikasi sisi regulasi, apakah DAMU eksis, dibekukan, ada demisioner, itu hasil investigasi regulasi tersebut, kan,” jelasnya.
Di samping itu, Ketua Komisi A DAMU, Fadiel Abdul Mazid menyampaikan bahwa absennya Ketua DAMU turut menurunkan kinerja DAMU dan membuat anggota kehilangan arah kerja. Hingga kini, pihaknya belum berkoordinasi lebih lanjut dengan Warek Bidang Belmawa terkait kekosongan kepemimpinan DAMU saat ini.
Ia melanjutkan, Ketua Umum DAMU yang baru, Nabil Zufar Gumiwang, mahasiswa Fakultas Hukum Unisba angkatan 2021 akan melanjutkan sisa kepemimpinan periode DAMU. “Alhamdulillah udah ada pengganti cuma belum rapat paripurna buat naiknya, perkiraan setelah UTS (Ujian Tengah Semester-Red) dan paling telat minggu depannya, lah. Sekarang pun udah mulai gerak lagi, safari ke tiap LKM, ke sekre-sekre (Sekretariat-Red), ngobrol, terus sekalian perkenalan ke yang mau jadi ketua,“ katanya pada Selasa, (18/11).
Selanjutnya, ia menuturkan bahwa aktivitas DAMU saat ini berfokus pada pengawasan serta persiapan Sidang Tengah Periode (STP) yang ditargetkan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Sementara itu, Fadiel mengatakan bahwa pemulihan ritme kerja DAMU dilakukan secara bertahap sembari menunggu penetapan ketua yang baru.
Lebih lanjut, Fadiel menjelaskan bahwa kekosongan kepemimpinan ini turut melemahkan dinamika Ormawa sebab pengawasan yang tidak berjalan optimal. “Ke DAMU nya juga jadi kurang aktif karena nggak ada yang mengarahkan dan kondisi itu berpengaruh ke Ormawa karena pengawasannya tidak maksimal. Terus kami juga akan koordinasi dengan Warek Bidang Belmawa sekalian mengenalkan ketua DAMU yang baru,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unisba, Syamsifa Rachman mengatakan hilangnya DAMU berdampak pada peran lembaga tersebut sebagai penunjang serta penghubung antara kampus dan Ormawa. Ia menyampaikan, koordinasi terakhir yang dilakukan KPM dengan DAMU berlangsung saat pelantikan pengurus KPM pada Senin, (3/2) lalu.
Selain itu, Syam menyebut absennya DAMU tidak berdampak besar pada Program Kerja (Proker) maupun Aktivitas Kerja (Aker) KPM mengingat peran DAMU yang luput selama tiga tahun terakhir. “Nggak menghambat karena dari awal saya di Protokoler, terhitung tiga tahun sudah biasa dengan tidak hadirnya DAMU. Paling pernah ketika periode tahun lalu saya sendiri ada koordinasi terkait inventaris dan yaudah sekedar gitu aja,“ kata Syam pada Jumat, (18/11).
Senada, Ketua Studi Teater Unisba (Stuba) Periode 2024/2025, Indiana Farid Tandia merasa ketiadaan DAMU tidak mengganggu pelaksanaan Proker dan Aker Stuba. “Alhamdulillah, kayaknya tanpa DAMU pun kita masih berjalan gitu. Cuma ketika ada DAMU, mungkin kita jadi punya teman untuk mediasi dan mengadvokasikan aspirasi kita para Ormawa ke pihak kampus,” tutur Indiana pada Jumat, (18/11)
Meski begitu, Indiana berharap kedepannya DAMU dapat membawa perubahan positif, memberi manfaat bagi Ormawa dan mahasiswa. Di sisi lain, Syam berharap DAMU di periode mendatang dapat menjalankan perannya dengan baik sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan oleh Ormawa.
Terakhir, Fadiel berharap kepemimpinan yang baru dapat membuat DAMU kembali berjalan sesuai tugas dan fungsinya serta mampu merangkul anggotanya untuk aktif kembali. Terlebih lagi, Asnita mengharapkan organisasi menjadi lebih bersatu.
“Jadi harapan saya kedepan, organisasi ini lebih solid. Solid itu bisa kita capai kalau akar masalah sekarang bisa ditelusuri. Apa persoalan akademik kan begitu juga ya, jadi perlu kita perbaiki juga database di kepemimpinan Ormawa ini. Dipastikan semuanya memang mahasiswa aktif. “ Harap Asnita.
Reporter: Alfira Putri Marcheliana Idris & Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Penulis: Linda Puji Yanti/SM
Editor: Adelia Nanda Maulana/SM
