Kuesioner, Tiket Menuju UAS

Mahasiswa mengantri untuk mengisi kuesioner guna mendapatkan kartu UAS di loket administrasi Fakultas Ekonomi, Senin (23/12). (Riska Novia/Job)

Suaramahasiswa, Unisba – Ujian Akhir Semester (UAS) yang akan dilaksanakan 6-17 Januari 2014 adalah ujian yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa. Salah satu syarat untuk mengikuti UAS yaitu dengan membawa kartu ujian. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menerapkan syarat baru untuk menebus kartu ujian.

Kuesioner menjadi salah satu cara guna meningkatkan kinerja fakultas terhadap mahasiswa. Tahun ini, pengisiannya menjadi salah satu syarat untuk menebus kartu ujian dan jika tidak mengisi, konsekuensi-nya kartu ujian tidak bisa diambil. Mahasiswa Ekonomi mengakses website bpm.unisba.ac.id/sikuesioner/index.php untuk mengisi kuesioner, kemudian menyerahkan bukti pengisian ke administrasi.

Kebijakan ini dilakukan mengingat jumlah mahasiswa yang mengisi kuesioner hanya sedikit dari tahun ke tahun, namun sekarang telah dipermudah via online. Tanggapan mengenai hal ini pun beragam, salah satunya dari Sucy Sri Hayati yang mengatakan kebijakan ini hanya menambah beban mahasiswa, “kebijakan ini hanya menyibukkan mahasiswa yang akan menghadapi UAS. Kuesioner juga tidak berpengaruh pada peningkatan fasilitas” ujar mahasiswi jurusan Akuntansi 2011 ini.

Berbanding terbalik dengan Suci, tanggapan Rendy Ramdhany (19) malah positif. Mahasiswa Akuntansi 2012 tersebut merasa kuesioner mampu menaikan kualitas fakultas. “Bagus, jadi lewat kuesioner bisa meningkatkan mutu fakultas dan dapat menilai sendiri kinerja dosen, fasilitas juga layanan kampus” ucap Rendy.

Menanggapi sentimen negatif mahasiswa, Yuhka Sundaya sebagai wakil dekan 1 FEB memberikan komentarnya, Menurutnya kebijakan tersebut akan terus ia terapkan mengingat strategi ini berhasil mengajak mahasiswa untuk mengisi kuesioner. ”Kuliah bukan hanya tempat untuk belajar, tapi juga sebagai tempat untuk saling sharing. Adanya kuesioner ini bukan sekedar meningkatkan mutu atau pelayanan saja, tapi juga sebagai media untuk mencurahkan aspirasi mahasiswa terhadap kampus” tuturnya, saat dijumpai pada Senin (23/12). (Riska Novia, Tiara Dwi/jobs)