Ilustrasi kotak suara sebagai gambaran pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Islam Bandung (Unisba) yang mengalami keterlambatan. (Ilustrasi: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM).
Suaramahasiswa.info, Unisba- Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Islam Bandung (Unisba) baru memasuki tahap pendaftaran dan verifikasi berkas pada akhir Agustus 2026. Rangkaian pemilihan tersebut seharusnya sudah dimulai pada awal atau pertengahan tahun.
Ketua Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU) Periode 2025-2026, Akmal Faiz Faqihi, mengatakan keterlambatan pelaksanaan Pemira berkaitan dengan kepengurusan DAMU yang sempat kosong. Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpengaruh terhadap pelaksanaan Program Kerja (Proker) DAMU, termasuk Pemira.
“Kalau saya tidak salah ingat seharusnya pemilu (Pemilihan Umum, Red) ini bisa dilaksanakan pertengahan bulan atau di awal bulan tahun ini seharusnya, karena kita juga melihat dari kondisi DAMU-nya yang sempat kosong dan menghilang jadi yang bisa kami lakukan secepat mungkin dilaksanakan pemilu ini,” ucapnya saat diwawancarai pada Senin, (24/8).
Akmal menambahkan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kekurangan administrasi yang berkaitan dengan Pemira. Ia menyebut DAMU saat ini tengah membereskan administrasi, termasuk Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa Unisba (BEMU), serta membahas Surat Keputusan (SK) dan LPJ untuk kebutuhan kongres.
Setelah kepengurusan DAMU kembali berjalan, pelaksanaan Pemira kemudian memiliki timeline yang dipublikasikan Badan Penyelenggara Pemilihan Umum (BPPU) Unisba melalui akun Instagramnya. Berdasarkan timeline tersebut, pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) serta verifikasi berkas berlangsung pada Rabu-Minggu, (26–30/8).
Dalam koordinasi dengan DAM Fakultas (DAM-F), Akmal menyampaikan adanya pembahasan mengenai pelaksanaan Pemira yang dinilai terlalu lama. “Makanya kemarin ketika kami rakor (Rapat Koordinasi, Red) yang ditekankan sama kawan-kawan itu adalah ayo kita bekerja sama dalam artian kawan-kawan DAM-F mengirimkan delegasi dan penginformasian ke fakultas masing-masing,” tuturnya.
Selain itu, Akmal mengatakan koordinasi dengan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) diperlukan dalam persiapan Pemira. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pemilihan.
Namun, Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (Mapenta), Fahad Nurholis, mengungkapkan belum ada koordinasi langsung dengan DAMU terkait Pemira. “Kalau koordinasi sih belum, cuman waktu kemarin itu kalau nggak salah DAMU sempat ngirim email ke Mapenta. Cuman, ya, mungkin baru kebuka atau gimana jadi kurang di apa namanya, nggak di follow up lagi ke kitanya. “ Ujar Fahad pada Rabu, (26/8).
Fahad juga menuturkan dirinya sempat mendengar kabar mengenai keterlambatan Pemira. Namun, ia tidak mengikuti persoalan DAMU secara spesifik sehingga tidak mengetahui penyebab keterlambatan tersebut.
Di sisi lain, Ketua Umum Badan Operasional Mentoring Pendidikan Agama Islam (BOM-PAI), Risman Megiansyah, mengaku baru mengetahui bahwa pelaksanaan Pemira mengalami keterlambatan. “Untuk itu saya sih tidak ada informasi yang sampai ke saya mengenai rapat (Rakor, Red) tersebut. Sampai sekarang pun belum ada yang menghubungi ke saya selaku Ketua Umum,” ujarnya pada Selasa, (25/8).
Lebih lanjut, Risman mengatakan tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan adanya persoalan internal yang menyebabkan keterlambatan Pemira. Ia menegaskan, pelaksanaan Pemira tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Meski begitu, Risman berharap Pemira berjalan dengan transparan dan mampu menghasilkan kepemimpinan yang dipercaya mahasiswa Unisba. Sementara itu, Fahad berharap DAMU dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya dan pelaksanaan Pemira dapat berlangsung lancar.
Terakhir, Akmal berharap mahasiswa Unisba dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemira. “Saya harap untuk kawan-kawan masyarakat Unisba bisa bekerjasama memilih pemimpin selanjutnya dengan melihat dari kacamata subjektif dan objektif. Kelancaran tersebut tidak bisa ada kalau tidak adanya kerjasama dari semua elemen,” harapnya.
Reporter: Siska Vania/SM
Penulis: Violetta Kahyang Lestari Fauzi/SM
Editor: Linda Puji Yanti/SM
