Bilik suara pemilihan umum presiden mahasiswa Unisba dan wakilnya. Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) menggunakan kertas suara dalam pemungutan suara dalam pesta demokrasi tahun 2013-2014 Senin (16-18/12).
Bilik suara pemilihan umum presiden mahasiswa Unisba dan wakilnya. Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) menggunakan kertas suara dalam pemungutan suara dalam pesta demokrasi tahun 2013-2014 Senin (16-18/12).
Suaramahasiswa.info, Unisba – Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan pemilu raya Unisba tahun ini. Jika tahun lalu, Badan Pekerja Pemilihan Umum (BPPU) memanfaatkan software teknologi dalam pemungutan suara, maka tahun ini BPPU menggunakan kertas suara. Pemilihan metode pemungutan dengan kertas suara ternyata dilatar belakangi oleh faktor mengurangi tingkat kecurangan serta menekan biaya pengeluaran dalam pemilu tahunan ini.
Pemungutan suara dengan menggunakan kertas, memang penghitungannya pun harus secara manual dan membutuhkan waktu kerja yang lama. Namun hal tersebut dijamin kejujurannya, “Kalau pake teknologi komputer, itu kan pake software, software itu buatan manusia, punya kelemahan, kalau pake software bisa saja ketika orang masuk bilik suara dia masukan NPM yang dia apal, berindikasi ada kecurangan,” papar Annis Irawan, pejabat sementara Dewan Amanat Mahasiswa Unisba (DAMU).
Annis pun menjelaskan, dia dan rekan-rekannya sempat mengusulkan pemilu raya tahun ini menggunakan teknologi software komputer seperti tahun lalu. Pertimbangan antara menghemat biaya dan meminimalisir kecurangan, maka, ia memutuskan untuk memakai kertas suara dalam pesta demokrasi tahun 2013-2014. (Adil Nursalam/SM)
