Monolog oleh Zulianty di Lorong Akuarium Unisba, Senin (1/6). Dengan penampilannya tersebut, ia telah memenuhi syarat untuk menjadi anggota Stuba. (Rangga/SM)
Suaramahasiswa.info, Unisba- Antara garis batas kenyataan dan harapan itu adalah penjelasan singkat dari penampilan Studi Teater Unisba (Stuba) yang berjudul “Titik Nadir”. Naskah karya M.D Ruhanda ini ditampilkan kurang lebih 45 menit di Lorong Akuarium Unisba, Bandung, Senin (1/6). Disutradarai oleh Imas Rukoyah, Iyep, serta M.D Ruhanda, pagelaran ini adalah ajang pembuktian bagi Zulianty untuk menjadi anggota baru.
Tampil monolog alias peran tunggal ternyata memberikan kesan tersendiri bagi sang aktor, Zulianti. Ia berperan sebagai Astuti, wanita yang menggadaikan kehormatannya demi ibundanya yang sakit. Namun ketika perilakunya diketahui, sang ibu malah mengusirnya.
Uli mengaku bahwa pada awalnya ia sulit menjiwai perannya. Namun setelah berkali-kali membaca naskah, akhirnya ia dapat mendalami. Ia pun bercerita bahwa menjadi pemain film adalah cita-citanya. Dunia teater pun telah ia dalami sejak di bangku SMA. Karena alasan itulah ia memilih bergabung bersama Stuba.
Pagelaran ini diperuntukan bagi calon anggota Stuba yang lulus bersyarat. Dari lima orang yang lulus bersyarat, hanya satu orang yang bersedia untuk mengurusi pagelaran ini, yaitu Zulianti. Pembuatan naskah, mengurusi konsumsi, aktor tunggal, hingga menjadi sutradara ia lakukan sendiri. Awalnya pertunjukan teater ini akan dibuat dalam konsep dramatic reading. Tapi terpaksa harus dibuat monolog karena hanya ada satu pemeran.
Persiapan pagelaran ini hanya berlangsung selama satu minggu. Pembuatan dialog dan naskah dicicil setiap hari satu lembar. “Setelah terselesaikan empat lembar naskah, baru kita mulai latihan selama dua hari. Sebenarnya orang-orang yang lulus bersyarat itu ada lima orang, tapi mereka tidak mengikuti prosesnya. Jadi saya sendiri yang mengurusi semuanya,” ujar perempuan yang akrab disapa Uli ini.
Ia berharap setelah dirinya resmi menjadi anggota Stuba, ia dapat mengembangkan bakatnya. Uli pun bersyukur karena meskipun dirinya harus tampil monolog, namun banyak yang bersedia untuk membantu. “Semoga aja kekeluargaan di Stuba lebih erat lagi. Selain itu semoga kami bisa saling peduli terhadap satu sama lain,” harap mahasiswi Fakultas Ekonomi angkatan 2014 tersebut. (Desyane/SM)
