Acara yang dihadiri oleh tiga duta besar asing ini, dibagi kedalam dua sesi diskusi. Diskusi pertama, terdapat empat pembicara yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Prof. H Deddy Mulyana MA., Ph.D yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, menjelaskan dalam perspektif perbedaan pengertian komunikasi dalam kultur yang berbeda. Saat dimintai pendapatnya mengenai pengaruh kultur luar yang masuk ke Indonesia, Deddy menuturkan “Sebenarnya kita ini bangsa peniru. Telah sejak lama sejak Mochtar Lubis menulis Manusia Indonesia dalam bukunya pada ’81 bahkan pada 2011 Ali Akbar juga menulis bahwa kita ini bangsa peniru. Mungkin karena kita telah dijajah oleh bangsa lain, sehingga nasionalisme kurang. Bangsa Jepang telah modern namun mereka tetap memelihara budayanya, tidak seperti kita”, ujarnya
Pembicara yang kedua Mr. Masakitani membahas dari segi keharmonisan hubungan Indonesia dengan Jepang. Keharmonisan ini dikarenakan bangsa Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki kebiasaan menjadikan beras sebagai makanan pokok dan selalu menyapa, serta bertanya basa-basi kepada setiap orang yang hendak pergi. “Keharmonisan ini terjalin karena kita memiliki kesamaan dalam hal selalu bertanya kepada setiap orang’, tutur Mr. Masakitani.
Kemudian dilanjutkan oleh pembicara ke tiga perwakilan dari Kedutaan Amerika Mr. Miles Toder dengan bahasan Democracy in A Multicultural Society: A Social-Cultural Approach (Demokrasi dalam Masyarakat Multi Kultur: Pendekatan Melalui Sosial-Budaya -red). Dan pembicara terakhir dalam diskusi pertama adalah Dr. Pribadi Sutiono (Direktur Sesparlu Kementrian Luar Negeri RI). Dalam pembahasannya, ia menyinggung mengenai demokrasi yang ada di Indonesia.
Diskusi kedua yang merupakan diskusi terakhir diisi oleh Duta Besar Saudi Arabiah, H.E. Mr. Mustafa bin Ibrahim bin Ali Al-Mubarak dan Septian Santana, Drs., M.Si sebagai akademis.
Selain dari mahasiswa Unisba, seminar ini dihadiri oleh Mahasiswa-Mahasiswi yang berasal dari luar negeri namun menuntut ilmu di Indonesia yaitu, dari Thailand dan Tazakistan. “Lumayan diskusinya, tapi tadi kendalanya juga dari bahasa ya. Karena kurang ngerti bahasa Inggris jadi kurang bisa memahami apa yang sedang dibicarakan”, tutur Hamdyah Mahasiswi Perbankan Syari’ah UIN 2010 yang berasal dari Thailand.
Sebagai ketua pelaksana Kiki Zakiah menuturkan harapannya, “Semoga dengan adanya event ini Mahasiswa termotivasi bahwa penting mempelajari komunikasi sosial-budaya ini”, tutupnya.

