Sistem tersebut bernama Program Resource System yang diperuntukan untuk penjadwalan. Karena molornya penyelesaian program tersebut, jadwal perkuliahan pun menjadi terhambat pula. “kenapa penjadwalan lama, itu karena baru minggu lalu diputuskan memakai sistem lama yakni manual untuk menunggu sistem baru selesai” Ungkap Yani, kepala Bidang Akademik UNISBA yang ditemui Selasa siang (27/9). Ia pun menambahkan semua universitas akan mengalami hal yang sama ketika mengubah sistem penjadwalan dari manual menjadi berbasis teknologi seperti yang sedang dijalankan kampus biru saat ini.
Beberapa mahasiswa yang merasa rugi karena masuknya perkuliahan lebih lama daripada universitas lain “sebenernya ada untung dan ruginya, tapi lebih banyak ruginya sih, yaa lebih lelet aja masuknya dibanding universitas lain. Udah gitu emang lebih baik masuk aja sih” Ujar Elga Permana mahasiswa Akuntasi 2010.
Mendengar keluhan dari beberapa mahasiswa, Yani selaku Kepala Bagian Akademik meminta maaf atas terhambatnya penjadwalan “kami minta maaf karena agak mengganggu. Yaa kami tidak mau mengambil resiko jika menunggu sistem baru sampai selesai baru perkuliahan dimulai. Selambat-lambatnya semester depan sistem baru tersebut bisa dipakai”.
Teks : Riska Herliafifah
Foto : Yanyan. Andryan.

