
BANDUNG, SM – Seiring berkembangnnya zaman, arus globalisasi pun kian menerjang kehidupan manusia. Pohon-pohon kini berubah menjadi batu. Warna hijau pun semakin lama berubah menjadi abu-abu di sekitar kota. Hutan beton bertebaran dimana-mana.
Untuk itu dalam memperingati hari tata ruang nasional, Dinas Dinas Perumahan Dan Permukiman Provinsi Jawa Barat kerjasama dengan Program Studi Perencanaan Wilayah Dan Kota Unisba, mengadakan acara seminar hari tata ruang nasional yang bertemakan Green City For A Better Life di Aula Kartimi Kridhoharsojo, Unisba, Senin (22/10).
Terdapat empat pembicara dalam acara tersebut. Masing-masing membawakan tema yang berbeda namun masih berhubungan dengan Hari Tata Ruang. Dr. Ir. H. Lex Laksamana, Dipl. HE sebagai keynote Speech Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Endra S. Atmawidjaja, ST., MSc., DEA yang mengusung tema kebijakan tata ruang, DR Saraswati. Ir. MSP bertema peran serta masyarakat dalam pembangunan kota hijau, dan Ir. M. Ridwan Kamil M.Arch yang memberikan solusi tentang konsep dan upaya membangung kota hijau.
“Dulu Bandung didesain hanya sekitar 300 ribu penduduk, sekarang sudah mencapai 2,5 juta penduduk. Ada yang memperkirakan tahun 2030 akan menjadi kiamat planologis. Kalau tidak ada inovasi tranportasi kota. Ketika kita akan keluar rumah akan langsung macet,” ujar Ridwan Kamil saat menjelaskan akan dampak tata ruang yang tidak terencana.
Kita tidak bisa menutup mata kalau Bandung saat ini sudah tak lagi hijau. Banyak infrastruktur yang kurang berjalan, mulai dari dukungan pemerintah sampai peran serta dari masyarakat itu sendiri. Hal ini bisa kita lihat, halte sepeda yang ada di dekat Unikom itu akan digusur. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB ini, dihadiri oleh mahasiswa Planologi Unisba beserta para alumninya.
“Seminar ini nantinya bukan hanya sekedar usulan belaka yang tak ada manfaat kedepannya. Sebagai mahasiswa Planologi berharap ada tindakan nyata yang nantinya bisa merubah tata ruang kota Bandung khususnya,” ungkap Luthfi Fitriansyah mahasiswa Planologi Unisba angkatan 2009.
