Supir Angkot Mogok, ini Tanggapan Mahasiswa

Salah seorang peserta aksi memegang karton yang berisi protesnya kepada pemerintah saat demonstrasi yang dilakukan supir angkot dan taksi konvensional, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Kota Bandung pada Kamis (9/3/2017). Terkait aksi demonstrasi ini, beberapa mahasiswa Unisba memberikan tanggapannya. (Vigor M. Loematta/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Ratusan supir angkot dan taksi konvensional se-Bandung Raya menggelar aksi mogok dan demonstrasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung pada Kamis (9/3). Mereka memprotes keberadaan penyedia transportasi berbasis online yang dinilai mengurangi pendapatan. Terkait mogoknya supir angkot ini beberapa tanggapan mahasiswa Unisba atas aksi tersebut.

Bunga Lintang mahasiswi Fakultas Psikologi, menganggap demonstrasi yang dilakukan supir angkot sia-sia. Mereka merelakan satu hari yang bisa dimanfaatkan mencari uang, untuk melakukan aksi. Bunga berharap, para supir angkot memperbaiki pelayanannya untuk menarik pelanggan. “Mau ke kampus juga susah, ojek online sedikit yang mau ambil order-nya,” jelasnya.

Ketiadaaan supir angkot yang narik turut menghambat mahasiswa untuk pergi ke kampus, seperti yang dirasakan Melinda Catrina. Ia yang biasa menggunakan angkot harus merogoh kocek lebih dalam untuk menggunakan jasa ojek. Menurutnya, supir angkot lebih baik narik daripada membuang-buang waktu dengan melakukan aksi demonstrasi.

“Rezeki udah ada yang mengatur, untuk penumpang yang lebih sedikit mereka harus berusaha lebih keras. Walaupun mereka suka ngetem lama, ugal-ugalan menyetir, masih banyak yang mau naik angkot,” pesan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut kepada supir angkot.

Pengguna angkot lainnya, Friska Citra mahasiswi Fakultas Psikologi menanggapi hal ini, ia merasa aksi mogok yang dilakukan tidaklah berguna bagi mereka sendiri, dengan melakukan aksi mereka jelas tidak mendapatkan penghasilan. Terkait aksi yang dilakukan Citra sudah mengantisipasi dengan menginap di kost temannya agar tidak terhambat pergi ke kampus. Senada dengan Bunga, Citra berpesan, supir angkot perbaiki pelayanan untuk menarik pelanggan. (Vigor M. Loematta/SM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *