Suara Mahasiswa

Nakal, Tajam, Menggelitik

ALL POST Berita Harian Berita Kampus

Persiapan Pemilihan Rektor Unisba, Memasuki Tahap Balonrek

Sekertaris pemilihan Rektor Unisba Jamhur sedang menjelaskan persiapan yang telah dilakukan, saat ditemui di ruangannya pada Kamis (30/03/2017). Ia menjelaskan persiapan pemilihan rektor baru selesai tahap logistik, dan belum ada Bakal Calon Rektor (Balonrek) . (Aldi/SM)

Suaramahasiswa.info, Unisba – Persiapan pemilihan Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) baru selesai pada tahap logistik pada tanggal 15 Maret 2017 untuk Bakal Calon Rektor (Balonrek). Seperti, laporan surat suara, dosen yang berhak memilih sudah ada di dalam Surat Keputusan (SK) rektor, kotak suara dan panitia ditingkat fakultas, termasuk pembiayan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris Pemilihan Rektor Unisba, Jamhur saat ditemui di ruangannya pada Kamis (30/03).

Jamhur menjelaskan tahap selanjutnya, pada tanggal 3-7 April 2017 semua panitia fakultas mensosialisasikan Balonrek dan tanggal 10 April 2017 sudah masuk nama-nama kandidat ke panitia. Untuk persyaratan sebagai Balonrek, Jamhur mengungkapkan minimal harus mendapatkan enam suara dari satu fakultas dan nanti diakumulasikan untuk menjadi calon rektor minimal mendapat 25 suara.

Setelah itu, akan dilangsungkan presentasi Program Kerja (Proker) yang akan dilakukan oleh calon rektor pada 17 Mei mendatang. “Presentasi Proker terbagi dua tahap pagi dan sore, berdasarkan hasil rapat pimpinan tidak ada perkuliahan ditanggal tersebut. Jadi dosen semua mengarah kepemilihan rektor dalam rangka menerima proker calon rektor yang nanti akan dipilih pada 31 Mei 2017,” ujar Kabag Kerjasama Unisba tersebut.

Jamhur menambahkan yang akan dipilih sebagai calon rektor harus menyerahkan surat kesediaanya pada tanggal 8 Mei 2017. Syarat yang harus dipenuhi para calon seperti program kerja, mampu memahami Al-Quran dan menyerahkan surat kesehatan. Adapun syarat yang harus ditempuh oleh calon diluar Unisba antara lain, bersedia mengundurkan diri dari jabatan yang sedang disandangnya dan izin dari instansi yang bersangkutan. Syarat pendidikannya, dosen tetap harus S3, minimal guru besar atau lektor kepala 4c bila bukan dosen tetap, dan tokoh masyarakat yang sudah diakui secara nasional. (Aldi/SM)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *