Mimbar Bebas Menuntut Pelanggaran HAM

 



Oleh: Bobby Agung Prasetyo
 
“Revolusi sampai mati! Revolusi sampai mati!”

Begitulah kalimat yang dilantangkan keras oleh sekumpulan mahasiswa yang melakukan mimbar bebas pada hari Kamis (22/12), bertempat di Taman Fakultas Hukum Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35. Mimbar bebas yang membahas tentang pelanggaran HAM ini dihadiri oleh kurang lebih 50 mahasiswa dari berbagai Universitas.

Hujan deras yang mengguyur Bandung terpaksa memperlambat kegiatan yang pada awalnya jam 4 menjadi sore menjelang petang. Dilatarbelakangi kondisi rezim saat ini, isu yang diangkat pun beragam. Mulai dari kasus pembantaian Mesuji, aksi jahit mulut, hingga nasib para karyawan PT.DI.

Menurut Hariri, mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha Bandung, kegiatan ini penting sebagai penyadaran bagi mahasiswa yang kurang peka terhadap pelanggaran HAM. “Seakan tersekat-sekat, acara ini juga sebagai pemersatu para mahasiswa. Apapun warnanya, apapun jasnya, disini kita satu”, ujarnya secara mantap.

Begitu pula komentar Miko, mahasiswa Hukum Unpad, selaku ketua penyelenggara mimbar bebas Unpad. Selain pemersatu, ini juga sebagai penggalangan kekuatan mahasiswa se-antero Bandung. Menurutnya, pemerintah gagal memberi jaminan perlindungan bagi manusia. Maka dari itulah kegiatan ini dilakukan, sebagai penyuaraan bahwa saat ini Negara sedang dalam kondisi gawat darurat.

Mimbar bebas ini berakhir pada pkl. 20.45 WIB, dengan kesepakatan bahwa akan dilakukannya konsolidasi pada hari Sabtu 24 Desember 2011, pkl. 09.30 WIB, di Unpas, dengan “landasan intelektual” sebagai bahasan.