Kompilasi mamaneh adalah sebuah gerakan inisiatif warga untuk menyumbangkan kreativitasnya dalam bidang musik yang bertemakan tentang kota Bandung. Kata ‘Mamaneh’ diambil dari bahasa Sunda kumaha maneh yang memiliki arti ‘terserah kamu’. Proyek ini telah ada 48 pengisi dalam kurun waktu satu bulan, kini tersisa 35 yang sesuai dengan tema Kota Bandung. Peluncuran website Mamaneh diselenggarakan Selasa (25/9) di Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8 Bandung, dihadiri oleh beberapa band pengisi dalam kompilasi tersebut. Didalam websitenya, kita dapat mengunggah lagu secara gratis dan secara tidak langsung akan menjadi followers band tersebut.
Yulius Iskandar sebagai penggagas kompilasi Mamaneh menuturkan acara ini bertujuan menampung karya dan kreativitas warga kota Bandung, serta menjadi penanda generasi atau penanda zaman lintas genre. “Sejak dulu saya menyukai album kompilasi karena sebagai penanda generasi atau penanda zaman lintas genre,” tutur pria berkaca mata tersebut.
Ebong personel A.F.F.E.N, salah satu pengisi proyek kompilasi Mamaneh menjelaskan, dia ingin berpartisipasi memeriahkan hari jadi kota Bandung dan memberikan karyanya sebagai kado untuk kotanya. “Mamaneh ini seharusnya rutin digelar setiap tahun, selain itu harus merambah juga ke seni yang lainnya kalau bisa tidak hanya seni musik saja yang diselenggarakan,” jelasnya. Ia pun berharap dengan adanya projek Mamaneh ini pemerintah dapat mengapresiasikan antusiasme masyarakat khususnya Kota Bandung, yang ingin berperan aktif dalam mengharumkan nama Kota Bandung.

