Menanggapi Polemik Andil Perusahaan Rokok dalam Kampus, Kemendikbud BEMU Gelar Diskusi Publik

 Dok.Pribadi

Suaramahasiswa.info, Unisba- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) BEMU menyelenggarakan diskusi publik dengan mengusung tema Andil Perusahaan Rokok dalam Kegiatan Mahasiswa Terkait Sponsorship Acara dan Beasiswa. Acara ini bertempat di basement kampus Unisba Rangga Gading pada Kamis (12/5).

Annisa Fauziah selaku Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan BEMU memaparkan alasan diangkatnya tema tersebut, yaitu untuk mengkaji perusahaan rokok yang turut andil dalam mensponsori kegiatan mahasiswa yang tidak diizinkan oleh pihak universitas. Sementara beasiswa djarum dari perusahaan rokok diperbolehkan bagi mahasiswa untuk mengikutinya. “Mungkin dalam diskusi ini lebih mengkaji lagi peran perusahaan rokok yang andil dalam universitas dan kebijakan universitas dalam memutuskan keadilan antara sponsor dari perusahaan rokok yang dilarang dan beasiswa djarum yang justru dianjurkan bagi mahasiswa untuk mengikutinya,” ujarnya

Danniel Heru Reyvaldi, Menteri Sosial dan Politik BEMU turut memberikan materi dalam diskusi. Dalam materi tersebut danniel menyampaikan beberapa permasalahan-permasalahan ataupun fenomena yang terjadi di universitas ikhwal perusahaan rokok yang mensponsori kegiatan mahasiswa. Seperti ketika suatu universitas mencantumkan logo perusahaan rokok dalam spanduk acara kegiatan tersebut yang memang sudah ada pasal peraturan dari Kementrian Negara bahwa perusahaan rokok mensponsori kegiatan mahasiswa disetiap universitas.

Ia pun menjelaskan terkait hal tersebut, Menurutnya pihak Unisba melarang adanya sponsor dari perusahaan rokok dalam kegiatan mahasiswa. Akan tetapi, pihak universitas malah menganjurkan beasiswa djarum bagi mahasiswanya. Padahal keduanya sama-sama berkaitan dengan rokok. Perundang-undangan yang mengatur tentang dilarangnya perusahaan rokok yang mensponsori universitas. Perusahaan rokok sebenarnya bisa mensponsori kegiatan mahasiswa akan tetapi memiliki syarat yaitu dengan tidak mencantumkan logo perusahaan tersebut, dan tidak diliput oleh berbagai media.

“Sebenarnya ada peraturan tersebut tidaklah berpengaruh bagi beberapa lembaga universitas, karena terkadang ada saja perusahaan rokok yang tidak mengikuti peraturan yang dibuat negara dan terkadang pihak universitas juga Mendukung itu,” pungkas mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2013 tersebut

Hana Hayatul Farhah sebagai Peraih Beasiswa Djarum tahun 2015 ikut berkomentar sekaligus menyampaikan materinya. Menurutnya, perusahaan rokok sangatlah berpengaruh bagi Negara. Salah-satunya dengan adanya beasiswa djarum. Menurutnya negara sedang mengalami dilematis dengan adanya rokok, tetapi disisi lain perusahaan rokok sangatlah berpengaruh dan memberikan banyak keuntungan bagi Negara sendiri. Ia pun sangat mendukung adanya perusahaan rokok karena baginya tidak semua perokok merugikan orang. “Jika tidak ada perokok bagaimana nasib perusahaan sehingga bisa menghasilkan keuntungan bagi Negara melalui setiap perusahaan. Oleh karena itu, marilah konsumsi rokok dengan bijaksana dan sesuai dengan tempatnya,” ucapnya (Devi Misilu/SM) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *