Skip to content
Suaramahasiswa.info

Suaramahasiswa.info

Nakal, Tajam, Menggelitik

  • Berita
  • E-Magz
  • Varian
  • Alternatif
    • Artikel
    • Kontributor
    • Curhat
    • Opini
    • Sastra
    • Release
    • Review
    • Advertorial
  • Galeri
  • Editorial
  • Ketentuan Menulis
  • Tentang Kami
SMTV
  • Home
  • Berita
  • Berita Harian
  • Harga Baru BBM Bersubsidi (Fiksi)
  • ALL POST
  • Berita Harian

Harga Baru BBM Bersubsidi (Fiksi)

 

Kenaikan BBM membuat sebagian besar masyarakat terbebani terutama dalam hal materi (Istimewa/SM)

Sugiharto Purnama

Gara-gara migram saya jadi kurang bersemangat menyambut kedatangan Toto, kawan akrab yang baru pulang dari pelesir ke Jakarta dalam aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Saya dengar kabar ia mulai merintis kerajaan bisnis baru setelah gagal merontokkan keputusan Dewan Senayan yang tetap kukuh menaikan harga BBM.

Suara Mahasiswa Juni 24, 2013

“Gimana, lancar usahamu, To?

“Lancar oponyo, kang Usep…, meruntuhkan keputusan Dewan Senayan gagal, eh bisnis saya malah gulung tikar. Negeri ini sungguh tak bersahabat baik dengan pengusaha kecil menengah seperti saya iki loh mas,” tukasnya muram.

“Kamu sih masuk organisasi mahasiswa ecek-ecek, demo malah merusak fasilitas umum. Wajar, jika Anggota Dewan tak bergeming, ditambah lagi masyarakat jadi kian geram dengan aksi anarkis kalian. Terus kenapa dengan bisnismu?”

“Gagal total, kang. Pemerintahlah yang justru menghancurkan bisnis saya,” ujarnya serius.

Saya terkejut. Pemuda kurus kerempeng seperti Toto punya bisnis yang ada kaitannya dengan pemerintah. Wah, mungkinkah bisnisnya seberpengaruh itukah terhadap prekonomian bangsa ini?

“Jangan mabok sebelum minum, To, kamu itu siapa kok berani menyalahkan pemerintah. Memangnya apa bisnismu, To?”

“Saya bisnis pasokan BBM bersubsidi, kang,” katanya. “Akang kan tahu, saya punya sedikit uang dari hasil upah demo. Sisa uang itu saya gunakan untuk membeli Premium dengan bantuan mobil pinjaman dari rekan sekelas saya di kampus. Sejak seminggu lalu, saya sudah mengumpulkan Premium sebanyak enam drum penuh.”

Toto mulai berkhayal.

“Begitu pemerintah mulai menaikan harga Premium menjadi Rp 6.500 per liter, saya akan mendapatkan keuntungan besar, kang. Calon pembeli saya sudah ada, mereka rela membeli dengan harga Rp 6.000 per liter, lantaran lebih murah gopek ketimbang harga resmi di SPBU. Keuntungan Rp 1.500 per liter sudah pasti saya peroleh.”

Di tengah siang yang menyengat, Toto kembali melanjutkan rumus matematika-nya. Sontak, pembahasannya tentang dunia bisnis malah membuat migran saya kian parah.

“Satu drum isinya 200 liter. Saya punya enam drum. Jika ditotalkan saya punya 1200 liter Premium. Jika keuntungan saya pungut Rp 1.500 per liter, total keuntungan yang akan saya raup sebesar Rp 1.800.000, uang itu cukup membantu untuk menambahi tabungan saya agar nanti bisa membeli gadget baru. Selain itu, saya ikut berperan membantu pemerintah mengurangi kemiskinan karena harga Premium yang saya jual lebih murah gopek,” jelas Toto, menjabarkan ide busuknya -yang tak tahu juntrungannya.

Saya tak habis pikir, Toto yang beberapa hari lalu sibuk bergelut dengan debu jalanan, gas air mata, dan pentungan polisi dalam demonstrasi menolak kenaikan BBM, eh malamnya ia malah beraksi dengan menimbun BBM. Rencana gila itu sungguh tak masuk di akal. Jangan-jangan dia terinspirasi penyelundup BBM yang kini marak diberitakan media. Dalih mengurangi kemiskinan yang digemborkan Toto, es pisang ijo yang saya seruput siang itu mendadak hambar.

Setelah ia puas menceritakaan imajinasinya, wajahnya tampak malam. “Pemerintah di negeri ini tak memberi tempat untuk enterpreuner seperti saya, kang” keluhnya. “Pemerintah malah menyalahkan saya dan menuduh saya sebagai penyebab kelangkaan BBM, padahal BBM itu tak saya pakai untuk konsumsi pribadi, malah akan saya salurkan ke orang yang sangat membutuhkan. BBM yang sudah saya kumpulkan itu malah disita. Yang saya dapatkan bukannya untung, malah buntung. Mau pemerintah opo sih, kang?” tanyanya seakan tak paham.

Kepala saya jadi kian panas mendengar keluhannya. “Jelas pemerintah tak berpihak kepadamu, spekulan licik sepertimu memang harus dimusnahkan agar tak menyedot jatah bahan bakar fosil orang miskin untuk keuntungan pribadi. Meski, kamu kokoh dengan dalih penentasan kemiskinanmu itu!”.

Continue Reading

Previous: [Foto] One Day With Journalistic “Don’t Hate Media, Be The Media”
Next: Kisah Klasik Sang Pemimpin Kota Metropolitan

Hal Terkait

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan
  • Berita
  • Berita Harian

IWD 2026 di Bandung Suarakan Hak-hak Perempuan dan Kelompok Rentan

Maret 9, 2026
Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara
  • Berita
  • Berita Harian

Enam Demonstran Divonis Penjara, Penasihat Hukum Angkat Bicara

Februari 24, 2026

Zine Lawan Edisi April 2025

You may have missed

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial
  • Advertorial

Analisis Pandangan Netizen terhadap Konflik K-Netz vs SEAblings di Media Sosial

April 11, 2026
BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan
  • Berita
  • Berita Kampus

BEMU Fokus Rampungkan Program Kerja di Sisa Masa Kepengurusan

Maret 18, 2026
Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker
  • Berita
  • Berita Harian

Sunyi di Gema Takbir Lewat Single Ala Dongker

Maret 17, 2026
Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU
  • Berita
  • Berita Kampus

Pelaksanaan Pemira Belum Temui Kepastian di Sisa Satu Bulan Periode BEMU

Maret 16, 2026
Copyright © 2025 Pers Suara Mahasiswa Unisba, All rights reserved. Dari Mahasiswa Untuk Kemanusiaan | DarkNews by AF themes.