Hanya sebuah Slogan

Gedung Biru Unisba berdiri kokoh lebih dari 50 tahun yang lalu di jalanan rindang Taman Sari, mempunyai banyak ruangan yang terus diperbaharui hingga saat ini. Menurut bagian perawatan gedung, jadwal pemeliharan gedung dan sarana perkuliahan dilaksanakan idealnya pada hari sabtu dan minggu. Tapi dengan adanya perkuliahan pada hari sabtu, kegiatan pemeliharaan tersebut menjadi tersendat.

Hal ini sebenarnya terjadi karena sistem perkuliahan Unisba yang masih menganut sistem lawas. Tahun ajaran boleh 2011 tapi sistemnya tertinggal sepuluh tahun yang lalu. Pengaturan Jadwal, Ruangan, Pembayaran, Data-data mahasiswa semua masih manual. Sehingga kerap menimbulkan kesimpangsiuran. Selain sistem yang kadaluarsa, tahun ini Unisba juga menampung mahasiswa lebih banyak daripada kapasitas fasilitasnya. Apalagi jika menilik tidak imbangnya mahasiswa yang lulus dan masuk, fasilitas ruangan sungguh belum memadai.

Jadi, berakhirlah kami dengan jadwal paksa yang tidak nyaman ini, karena kurangnya ruangan hingga harus berebut dengan fakultas lain. Bukannya kami manja, tetapi jumlah yang kami bayarkan pada kampus ini pun tidak sedikit, bukankah wajar jika kami menerima kenyamanan sistem dan fasilitas perkuliahan?

Jika ini soal uang, betapa komersilnya kampus ini, sebaiknya hilangkan saja nama Islamnya. Islam terlalu jauh dari kata komersil. Pihak Kampus seharusnya lebih memikirkan kualitas bukan hanya kuantitas, agar slogan “kampus terdepan” pun bukan hanya menjadi sebuah slogan bisu.

Teks Oleh : Nurul Rafiqua