Diskusi Kurang Tepat, dalam Kids Film Festival

Suasana dari bangku audiens diskusi dalam Kids Film Festival dengan tema Anak Masa Depan, diskusi dinilai kurang tepat dengan banyaknya orang tua anak yang tidak hadir dalam Kids Film Festival, Minggu (6/7), di Gedung Indonesia Menggugat.

Suaramahasiswa.info, Bandung – Sunday Screen yang merupakan komunitas video dari Bandung. Mengadakan screening, workshop, pameran dan diskusi yg dikemas dalam Kids Film Festival. Acara yang diadakan di Gedung Indonesia Menggugat Jl. Perintis Kemerdekaan no.5 ini diadakan dua hari pada Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7).

Mengundang pembicara Al Nursyawal selaku komisioner KPID JABAR. Dalam diskusi, lebih mencoba untuk meliterasi tayangan-tayangan di televisi untuk anak anak. Ia mencoba menjelaskan kepada audien jika terdapat konten yang disiarkan dalam televisi tidak baik atau menyeleweng dan berdampak buruk kepada anak-anak bisa melaporkannya langsung kepada pihak KPI.

Sayangnya, materi yang terungkap dari Al Nursyawal tidak begitu mendapat respon karena audien didominasi oleh anak-anak, bukanlah orangtua. “Acara ini bagus, saya mengapresiasi, cuman satu yang disayangkan seperti tadi terungkap di diskusi. Itu kan khususnya diskusi buat orang tua diketahuinya. Dalam materi tersbut itu orang tua, guru harus hadir biar mereka pada tahu dan membimbing anaknya, sayang sekali audiensnya hanya anak-anak,” ungkap Muhammad Zaki Mubarrok selaku pemerhati sosial, budaya dan lingkungan yang menghadiri diskusi.

Senada dengan Muhammad Zaki, pembicara diskusi lain, Diah Saraswati selaku pendiri Rumah Belajar Saraswati, mengaku kecewa dengan tidak hadirnya orang tua anak-anak yang telah berkarya tersebut. Kendati begitu, ia memaklumi dengan kondisi yang ada.

“Padahal udah mengirim undangan untuk orang tua harapan awal biar mereka tau apa yang dilakukan anaknya sendiri selama bersama Sunday Screen, mungkin pas pada bulan puasa kali ya, jadi berhalangan. Baru pertama kali mereka (anak-anak) menghadiri acara beginian makanya keliatan banget anak-anak kebinggungan,” paparnya. (Adil Nursalam/SM)