Asyiknya Bermalam Minggu Di Wahana Lampion

Beberapa pengunjung sedang asyik berfoto dengan karakter kesukaan mereka di Wahana Lampion Bazar Hypermart Cianjur (19/7)

Suaramahasiswa.info, Cianjur – Bazar Ramadan yang sudah ada setiap tahunya di Lapangan Parkir Hypermart, tampaknya memiliki keunikan sendiri di tahun 2014 ini. Pasalnya, terdapat tontonan baru yang memikat para pengunjung di sana. Tahun-tahun sebelumnya di bazar tersebut tidak lepas dari penjual makanan, pakaian dan permainan anak kecil seperti komedi putar dan lainnya. Namun, kali ini adanya wahana lampion menambah keseruan ketika berkunjung ke sana.

Salah satu petugas yang bertanggungjawab Yaya Sutraya, menjelaskan bahwa adanya wahana lampion ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu membuat wadah para komunitas agar diakui pemerintah. “Kita ini kumpulan dari komunitas Animasi dan Komik dari berbagai daerah. Sekarang kita bikin konsep dengan menampilkan karakter asli dari Indonesia, seperti Robin, pocong, dan genderowo. Paradigmanya itu agar mereka tidak takut dengan pocong dan mencintai karakter dalam negeri,” jelasnya kepada Suara Mahasiswa kemarin (19/7).

Wahana lampion dengan berbagai macam karakter anak ini hanya ada di Malang dan di Yogyakarta. Namun, Yayat mengaku Cianjur adalah kota kelima dari perjalanna mengadakan wahana ini. Dengan adanya konsep tersebut, Yaya berharap akan membuat sebuah  gebrakan baru agar pengunjung menikmati indahnya lampion. “Sebelumnya kami sudah menjajal di  Tasik, Sukabumi, Bandung dan cirebon. Jadi, kita berpindah-pindah tapi kalau di kota lain kami ada pertunjukan lain seperti laser man.

Ketika ditanya mengapa Cianjur menjadi kota selanjutnya dalam wahana lampion ini, dirinya mengaku karena sisi pasar dari masyarakat Cianjur sendiri sangat bagus. Dalam event kali ini tidak hanya lampion yang menjadi daya tarik, berfoto bersama reptile dan lampion terbang pun tak kalah menariknya. “Jadi dibawahnya ada lilin dan dibakar lalu menguap ke udara maka kertas itu akan terbang sendiri, lilin habis maka lampion akan turun,” sebutnya.

Wahana ini sudah buka mulai tanggal 14 Juli 2014, pengunjung pun dapat menikmatinya di jam setelah maghrib hingga 22.00 WIB.  Harga karcis yang diatwarkan pun terbilang murah, yaitu  Rp 7000 saat weekend dan Rp 5000 di hari biasa. Senada dengan hal tersebut, Yaya mengatakan kurangnya antusias masyarakat di Cianjur untuk datang ke wahana tersebut.

“Biasanya kalau di kota lain bisa mencapai 1000 pengunjung perhari, tapi di sini cuma 100 pengunjung saja. Saya meyakini hal ini mungkin karena masalah luas tempat, kalau seluas lapangan bola mereka bebas jalan-jalan dan berbelanja. Penghasilan yang didapat pun mencapai Rp 700 ribu perharinya. Tapi kalau malam minggu itu suka jadi rame sekali, apalagi sesudah shalat taraweh. Meski begitu, kita tetap berharap dengan berpacu pada  konsep awal yang hanya ingin menggandeng komunitas,” tuturnya.

Salah satu pengunjung, Fatimah Nisa  Mahasiswa Unsur Jurusan Ekonomi syariah, mengaku baru bertama kali datang ke wahana lampion ini. “Pengen liat aja, saya tahu pas mau ke kampus lewat sini. Tahun lalu suka ke bazar, tapi lampion baru pertama kali. Menurut saya wahana ini sangat unik, bagus, dna lucu untuk foto-foto pokoknya rama sekali. Cuma binatanganya kurang menantang kalau cuma ular saja,” tutupnya. (Intan Silvia/SM)